Polisi Bekuk Pelaku Pembuat Miras Jenis CT

MANOKWARI, PB News –  Satuan Reserse Narkoba Polres Manokwari berhasil kembali menangkap pelaku pembuat minuman keras (Miras) lokal jenis Cap Tikus (CT).

Kasat Resnarkoba Polres Manokwari, IPTU Jamhari menyatakan, pelaku berinisial LM sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembuat miras lokal tersebut. Selain memproduksi miras, diketahui tersangka juga memiliki usaha jualan pakaian cakar bongkar (rombengan).

“Kronologis penangkapan terhadap tersangka LM dilakukan pada Selasa (3/4) di Kampung Anggori, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat sekitar pukul 21.00 WP. Tersangka ditangkap bersama sejumlah barang bukti,” kata Jamhari saat memberikan keterangan pers di Mapolres manokwari, Kamis (5/4).

Setelah menejalani pemeriksaan, lanjut Jamhari, tersangka mengakui jika miras tersebut diproduksi sendiri di rumahnya yang beralamat di Jalan Baru, Kelurahan Wosi.

”Bedasarkan informasi tersebut petugas langsung bergegas mendatangi rumah tersangka dan menyita semua barang bukti. Saat kita melakukan penangkapan yang bersangkutan sedang menjual dan menawarkan miras. Miras ini di jual di Manokwari,” kata Jamhari lagi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan petugas antara lain, miras siap edar sebanyak 95 liter, uang tunai hasil penjualan senilai Rp3 juta. Selanjutnya, alat-alat produksi.

Terdiri dari pipa penyulingan berbahan stainless, drum plastik kapasitas 200 liter, 11 jerigen ukuran 20 liter, 3 jerigen ukuran 5 liter, panci masak ukuran besar 4 buah, ember ukuran besar, 3 kompor merk hock, tas rinjani, tas ransel hitam, satu bal plastik es batu, dan timbangan.

“Tersangka mulai memproduksi miras ini sejak Maret, masih awal. Artinya, baru memproduksi sudah tercium oleh petugas,” ujar Jamhari.

Tersangka LM termasuk orang yang memiliki cukup pengetahuan soal pembuatan miras lokal. Sebab dengan bahan dasar, seperti fermipan, gula pasir, dan air. Ia mampu memproduksi miras.

“Alasan tersangka memproduksi miras ini untuk menambah penghasilan. Tersangka ini sebenarnya penjual pakaian cakar bongkar (rombengan),” ungkap kasat.

Kasus miras lokal ini, kini dalam pengembangan pihak penyidik. Sejumlah informasi penting terkait pihak-pihak yang diindikasikan sebagai penadah telah terendus.

“Secara keseluruhan jelas ada. Yang jelas daerah Anggori. Memproduksi miras ini sendiri tetapi untuk menjual mirasnya ini mungkin dibutuhkan bantuan orang lain,” pungkasnya.

Dia menambahkan, miras hasil produksi inilah yang diduga menjadi pemicu banyak tindak kejahatan di daerah ini.

 

“Karena itu, kita akan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”  kata  Jamhari

Tersangka LM akan  dijerat dengan pasal 204 ayat 1 dan 135 Undang-Undang No 14 Tahun 2012 tentang pangan, hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Selanjutntya, Jamhari mengimbau masyarakat Manokwari untuk tidak menjual miras, apalagi miras itu tidak memiliki ijin resmi. Ketika ditangkap oleh polisi tetap kita akan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: