Berita Utama

Polisi Dimita Usut Lenyapnya Fasilitas Rumdis Gubernur

MANOKWARI – Gubernur Papua Barat periode 2017-2022 Dominggus Mandacan menyatakan lenyapnya fasilitas di rumah dinas Gubernur Papua Barat yang berlamat di Kampung Susweni, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari, harus segera diusut oleh aparat penegak hukum.

“Saya sangat setuju dengan apa yang disampaikan oleh Abdullah Gazam bahwa aset dalam rumah dinas Gubernur Papua Barat itu harus diperiksa oleh pihak penegak hukum, supaya semuanya menjadi jelas dan terang benderang,” kata Dominggus Mandacan kepada awak media di Manokwari, Minggu (12/6/2022).

Dominggus menegaskan siap memberikan keterangan jika diundang Komisi III DPR Papua Barat.

“Saya juga siap hadir, jika diundang supaya kita klarifikasi semua baik itu barang milik saya pribadi apa saja, kemudian barang yang merupakan inventarisir rumah dinas gubernur apa saja, juga aset apa saja yang ada dalam gedung itu saat saya keluar meninggalkan rumah dinas tersebut,” tandas Dominggus.

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPR Papua Barat, Abdullah Gazam mengatakan ada kejanggalan dengan kondisi rumah dan lenyapnya aset di rumah dinas Gubernur Papua Barat yang berada di Kampung Susweni.

Sebab itu, Abdullah meminta agar hal itu diusut oleh kepolisian supaya jelas diketahui keberadaannya.

“Bilamana ada temuan pelanggaran, maka harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

Anggota Komisi III DPR Papua Barat Syamsudin Seknun sebelumnya juga mengatakan, akan segera memanggil Kepala Biro Umum Setda Papua Barat untuk memberikan penjelasan secara detail terkait inventarisasi rumah dinas gubernur itu.

“Kami akan segera memanggil Karo Umum, sehingga hal ini menjadi lebih jelas. Benarkah fasilitas di drumah itu hilang atau sengaja dihilangkan. Sehingga tidak lagi ada pernyataaalam dan hanya menimbulkan presepsi negatif di tengah masyarakat,” kata Seknun.

Syamsudin menyayangkan pernyataan Karo Umum di media masa bahwa fasilitas di rumah dinas itu kosong saat Dominggus keluar dari rumah negara tersebut.

“Jika memang ada kehilangan barang dalam rumah dinas gubernur, maka Kepala Biro Umum seharusnya tahu itu, karena itu tanggung jawabnya. Tetapi kenapa lenyapnya barang dalam rumah itu justru tidak diketahui oleh kepala biro,” ujarnya.

Diketahui, setiap aset dalam rumah dinas gubernur dan wakil gubernur memiliki nomor registrasi. Sehingga jika ada yang hilang maka seharusnya bisa ditelusuri.

“Kami berharap karo umum hadir bilamana kami memanggil untuk meminta keterangan terkait masalah itu. Kami minta ia membawa data inventarisasi fasilitas yang ada dalam gedung rumah negara gubernur,” tandas Seknun. (PBN)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.