Berita Utama

Polisi Grebek Tempat Penyulingan CT di Andai

MANOKWARI, PB News – Kerja keras jajaran Polda Papua Barat kembali membuahkan hasil. Kali ini sebuah tempat yang diduga sebagai pabrik penyulingan minuman keras  (Miras) lokal jenis cap tikus (CT) yang berlamat di kampung Andai, Distrik Manokwari Selatan berhasil digrebek Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Papua Barat yang dipimpin Ipda Bernadectus Mega, S.H. Kamis (19/4).

“Dalam penggerebekan tersebut petugas mengamankan sebuah alat penyulingan yang digunakan untuk memproduksi Cap Tikus serta kurang lebih 100 liter CT yang sudah selesai disuling dan siap diedarkan atau dijual. Ini disampaikan Kabak Humas Polda Papua Barat,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Hary Supriyono.

Selanjutnya, Hary Supriyono merinci sejumlah barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan pabrik penyulingan Miras lokal tersebut.

“Barang bukti (BB) yang ditemukan saat penggeledahan, yaitu,1 drum warna biru yang berisikan bahan untuk membuat CT ukuran 150 Liter, Kompor minyak, Panci ukuran 50 Liter, 2 Gen CT ukuran 25 Liter, 4 Gen CT ukuran 5 Liter, 2 Galon Aqua CT ukuran 15 Liter, Bambu yang digunakan untuk tiang penyulingan dan Plastik kantong es batu yang digunakan untuk selang penyulingan dengan panjang kurang lebih 20 meter,” beber Hary.

Sementara tersangka pemilik rumah tersebut saat dilakukan penggeledahan tak berada di TKP, kuat dugaan telah melarikan diri.

“Pelaku berhasil kabur saat tim hendak melakukan menggrebekan. Saat ini, anggota masih melakukan pengejaran,” terang Hary Supriyono.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mendesak Pemda dan DPRD Manokwari untuk segera merevisi Perda tentang Miras. Pasalnya, Perda Miras ini kerap menjadi pembicaraan dan dinilai masih perlu diperkuat namun hingga kini belum juga dilakukan revisi.

“Saya minta Perda Miras segera mungkin untuk revisi yang berkaitan pasal-pasal maupun sanksinya. Perda tersebut bisa dipertegas,” kata Dominggus

Menurutnya, sangsi dalam Perda Miras harus dipertegas sehingga memberi efek jerah bagi para pembuat, pengedar dan yang mengonsumsi barang haram tersebut. “Perda Miras ini memang ada sedikit kelemahan terutama sanksinya. Maka perlu segera untuk bisa dibenahi,” tegasnya.

Ia mengatakan, dalam merumuskan Perda perlu melibatkan dan bekerja sama dengan lembaga dan intansi terkait di Papua Barat, agar memiliki beban dan tanggung jawab sesuai dengan tupoksinya. “Tidak boleh lagi ada Miras yang masuk di Provinsi Papua Barat,” tegasnya.

Saat ini di Papua Barat, khusunya di Manokwari, marak sekali beredar miras lokal seperti Cap Tikus dan Balo. Apalagi Miras lokal tak memiliki ijin edar dan produksi dari pemerintah. (PB17)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.