Berita Utama

Polisi Ringkus Komplotan Perampok Spesialis Rumah Warga

MANOKWARI, PB News – Tim Buser Sat Reskrim Polres Manokwari berhasil meringkus komplotan perampok spesialis rumah warga di Manokwari.

Berdasarkan catatan kriminal, komplotan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai targetnya atau pemilik rumah. Namun kali ini, alih-alih menyatroni rumah warga yang menjadi targetnya, komplotan ini bernasib apes di tangan pemilik rumah hingga menewaskan NM salah satu dari anggotanya.

Wakapolres Manokwari Kompol Mapparenta menuturkan, komplotan ini berhasil ditangkap Tim Buser Sat Reskrim setelah peristiwa perampokan di salah satu rumah warga di sekitar Kampung Maripi, Distrik Manokwari Selatan, yang terjadi pada Sabtu (31/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WP.

Penangkapan komplotan ini berawal dari laporan masyarakat kepada petugas jaga sekitar pukul 04.15 WP yang menginformasikan bahwa telah diantar seorang dalam keadaan meninggal dunia di RSUD Manokwari.

Polisi mengecek kebenaran laporan tersebut, dengan mendatangi RSUD dan mendapati jenazah korban NM yang diketahui diantar oleh sekelompok orang dengan menggunakan mobil Avaza warna Putih.

“Tak berselang lama, kami (Polres Manokwari, red) menerima laporan dari Pos Polisi Maruni adanya peristiwa pencurian dan pengeroyokan.

“Anggota buser kami, langsung ke TKP dan melakukan pengembangan lebih dalam hingga akhirnya mendapat para pelaku yang ternyata komplotan pencuri rumah tapi gagal karena mendapat perlawanan dari pemilik rumah hingga menewaskan salah satu rekan mereka,” beber Kompol Mapparenta didampingi Kasat Reskrim AKP Indro Rezkiadi dalam keterangan persnya di Mapolres Manokwari, Selasa (3/4).

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Indro Rezkiadi yang mengungkapkan lebih jauh penangkapan komplotan ini, sebelumnya sempat terkecoh oleh alibi para pelaku. Pasalnya para pelaku melaporkan menemukan sesosok mayat laki-laki (NM) korban penikaman di Pasar Wosi. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih tajam, hal tersebut hanyalah modus para pelaku untuk lolos dari jeratan hukum.

“Pelaku ini ada 7 orang. Masing-masing AI, SK, DUT, AM, RNH, YM dan rekannya NM meninggal akibat mendapat perlawanan dari pemilik rumah,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, otak dari kompoltan ini adalah AI, dimana AI pelaku utama atau eksekutor yang masuk dalam rumuh bersama korban meninggal NM.

Dia menambahkan, komplotan ini sudah berkali-kali melakukan kejahatan serupa. Bahkan para pelaku tak hanya menjalankan aksinya di Manokwari, juga di luar Manokwari.

Ia menjelaskan,  para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda- beda. AI ditangkap di Kampung Maripi, SK di Sanggeng Dalam, DUT di Jalan Percetakan, RNH dan YM di Kampung Maripi.

Selain itu, kata Indro, pihknya juga mengamankan sejumlah barang bukti antara lain kayu, parang, pisau, mobil Avansa, martelu dan barang bukti lainnya.

Terkenal Sadis

“Kami duga kegiatan dari para pelaku ini sudah lama dan menjalankan aksinya di beberapa TKP, bukan saja di Manokwari,” ungkap Indro.

“Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dikenakan pasal 363 170 KUHP pencurian dan pemberatan atau perampokan secara bersamasama,” pungkas Indro.

Sebelumnya, NM, salah satu dari komplotan yang diduga pelaku penjarah atau spesialis pencurian rumah di daerah Manokwari, dilaporkan meninggal dunia saat hendak menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, Sabtu (31/3) dini hari.

Berdasarkan informasi awal yang diterima awak media saat itu, di TKP dari Joko salah satu warga (Nama Samaran, red) mengisahkan, pelaku menjadi korban bersama 8 rekannya. Komplotan ini awalnya hendak melancarkan aksinya di salah satu rumah warga di sekitar area Maripi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Sabtu dinihari sekira pukul 03.00 WIT.

Namun, belum sempat beraksi, pelaku berinsial NM bersama rekannya, dipergoki warga setempat dan pemilik rumah. Lantaran kaget, para pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang digunakan dalam aksi tersebut ke arah kota Manokwari.

Meski telah melarikan diri, namun dalam mobil terjadi perdebatan diantara pelaku yang berjumlah sekitar 8 orang tersebut, untuk kembali ke TKP mengambil salah satu alat bukti berupa sebilah parang yang tertinggal saat beraksi.

“Jadi tadi dorang (para pelaku) balik lagi, karena salah satu pelaku punya parang ketinggalan di TKP. Dan saat para pelaku kembali di TKP, pemilik sudah bangun dan terjadi perlawanan, para pelaku pun nekat mengeroyok pemilik rumah. Namun naas justru NM mengalami luka serius di bagian pahanya, yang mengakibatkannya meninggal,” tutur Joko. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.