Berita UtamaInforial

Produktif di Tengah Pandemi, Petani Pasirindo Panen Padi Ladang

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, ternyata tidak mengurangi produktivitas para petani di Kampung Pasirindo, Kelurahan Pasir Putih, Distrik Manokwari Timur, Kabupaten Manokwari.

Kelompok Tani Kandera dan Ansiri melakukan panen perdana padi ladang seluas 2 hektar, Kamis (17/12/2020). Kegiatan panen perdana tersebut juga dihadiri Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Papua Barat, Yacob Fonataba mengatakan pola menanam padi yang dilakukan oleh Kelompok Tani Kandera dan Ansiri Pasirido sejalan dengan program ketahanan pangan nasional. Juga sejalan dengan program nasional penguatan ketahanan pangan lokal di tingkat nasional maupun lokal.

“Karena itu apa yang dilakukan masyarakat di Pasirido ini harus didukung oleh pemerintah,” kata Fonataba di Manokwari, Kamis (17/12/2020).

Fonataba menegaskan, Pemprov Papua Barat mendukung penuh upaya penguatan pangan lokal. Dukungan pemerintah selain pada tanaman padi juga pada pangan lokal Papua seperti Kasbi, Keladi, Jagung dan Petatas. Pemprov Papua Barat bahkan telah  mengalokasikan Rp 31 miliar khusus untuk peningkatan pangan lokal bagi masyarakat asli Papua.

“Gubernur sangat mendukung program penguatan pangan di daerah,” paparnya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menegaskan dukungan tersebut kepada petani lokal, dengan memberikan bantuan satu unit mesin alat perontok padi. Sehingga merangsang dan meningkatkan produktivitas petani ladang di Pasirido.

“Bukan lagi mudah-mudahan tapi pasti kita akan kasih satu unit kepada petani Pasirido,” katanya.

Dominggus juga meminta agar seluruh hasil panen petani dibeli oleh pemerintah. Sehingga petani tidak harus membawa hasil panenannya ke pasar untuk dijual.

“Kita akan beli seluruh hasilnya, kalo ada yang mau dimakan juga bisa,” tegas gubernur.

Ketua Kelompok Tani Kandera, Pdt  Pilipus Manggaprauw menuturkan kebiasaan menanam padi ladang sudah dimulai sejak 1970. Bibit padi awalnya dibawa oleh warga Ternate dan Tobelu yang berasal dari Maluku. Akhirnya kebiasaan menanam padi ladang menjadi milik masyarakat di sekitar Pasir Putih.

“Kebiasaan menanam padi ini sudah sejak orang tua namun karena Covid-19 akhirnya kita mulai menanam kembali,” paparnya.

Dia menyebutkan pengembangan pertanian padi ladang di wilayah Pasirido sangat menjanjikan. Faktor tanah yang subur berpengaruh pada tingkat kualitas padi yang bagus. Karena itu dia berharap pengembangan pertanian padi ladang tersebut mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Kadar air dalam gabah disini termasuk kategori bagus sehingga harus ditingkatkan,” bebernya.

Pantauan Papua Barat News, ada sedikitnya terdapat enam jenis padi ladang yang ditanam para petani di Pasirindo, yaitu padi merah, padi mesir, padi menyanyi, padi ter/padi aspal. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 18 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.