Berita Utama

Program Relawan Bencana Terkendala Anggaran

RANSIKI, papuabaratnews.co – Wilayah Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel) termasuk salah satu daerah rawan bencana khususnya gempa bumi.

Selain gempa bumi, baru-baru ini juga terungkap adanya lumpur hidup atau likuifaksi di sejumlah titik di wilayah berjuluk Segitiga Emas tersebut.

Menimbang seringnya terjadi bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mansel sempat mewacanakan pembentukan relawan bencana di daerah tersebut. Relawan bencana dinilai bisa menjadi solusi penanganan awal di tengah minimnya jalur komunikasi saat terjadi bencana.

Sayangnya, wacana tersebut belum bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Hal tersebut dijelaskan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Mansel Anwar Mandacan, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (11/8/2021).

“Belum akan jalan, karena dengan adanya refokusing anggaran, beberapa program akhirnya harus ditunda,” tuturnya.

Diungkapkan Anwar, BPBD saat ini tengah fokus membantu Pemda guna menangani pandemi Covid-19.

“Kita juga harus pahami, sekarang sedang ada pandemi Covid-19, jadi kita juga fokus dulu pada penanganannya. Nanti kalau pandemi ini usai, baru kita pikirkan program-program yang ditunda,” ujarnya.

“Kita juga belum tahu kalau tahun depan ini sudah bisa bentuk relawan bencana. Nanti disesuaikan dengan keadaan saja,” punkasnya. (PB24)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 12 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.