Berita UtamaInforial

Proyek Talud Pengaman Pantai, Perbaiki Kerusakan atau Proses Hukum

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi Papua Barat telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak kontraktor maupun rekanan terkait kerusakan dalam proyek pembangunan talud pengaman pantai. Selain pihak ketiga, pemeriksaan itu juga dilakukan terhadap Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XVII Manokwari.

Pemeriksaan tersebut dilakukan lantaran pihak Kejati menemukan banyaknya kerusakan pada pekerjaan pembangunan konstruksi talud pengaman pantai, sepanjang Distrik Tanah Rubuh Kabupaten Manokwari hingga Distrik Oransbari Manokwari Selatan.

Fakta mengenai kerusakan ditemukan dalam inspeksi Kejati di lokasi proyek atas pengaduan masyarakat.

Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Papua Barat Rudy Hartono kepada Papua Barat News, Rabu (10/2/2021), mengatakan, pemeriksaan sudah mulai dilakukan sejak awal Pekan ini. Sedikitnya ada 10 orang yang telah memenuhi panggilan penyidik dan telah dimintai keterangannya, itu termasuk dengan pihak BPJN.

“Dalam pemeriksaan itu, kami tekankan untuk diperbaiki seperti sedia kala sebagaimana yang tercantum dalam dokumen kontrak. Jika tidak dilaksanakan maka akan diambil tindakan tegas, yaitu penegakan hukum,” kata Hartono saat ditemui di ruang kerjanya, siang kemarin.

Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat Billy Wuisan menjelaskan, bahwa para pihak swasta yang telah diperiksa diantaranya ialah Kontraktor Pelaksana, Konsultan Enginering atau Supervisi serta Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP).

“Pemeriksaan terhadap pihak swasta masih berlanjut, ya. Masih ada beberapa orang lagi yang akan dipanggil,” ujar Wuisan.

“Dari pihak Balai yang kita periksa hanyalah mereka yang berkaitan langsung dengan proyek itu, dan ternyata banyak yang sudah pindah tugas ke Papua dan Pulau Jawa. Meski begitu mereka tetap kooperatif, mereka datang kok,” katanya lagi.

Wuisan mengungkap, bahwa panggilan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui tindak lanjut pihak kontraktor terkait kerusakan. Proyek tersebut pun statusnya saat ini adalah penyelidikan. Statusnya akan benar-benar menjadi sebuah kasus atau dinaikan menjadi penyidikan, jika masih tidak ada itikad baik dari pihak kontraktor, walau telah diberi peringatan.

“Sudah ada peringatan untuk segera diperbaiki, karena proyek pembangunan talud pengaman pantai itu masih dalam masa pemeliharaan. Peringatan kita ialah segera perbaiki atau tindakan hukum,” ujar Wuisan. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 11 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.