Puluhan Tempat Usaha Belum Menerapkan Prokes

MANOKWARI, papuabaratnews.co Satuan Polisi Pamong Praja  (Satpol PP) masih menemukan puluhan tempat-tempat usaha yang belum mematuhi peraturan bupati (perbup) maupun instruksi bupati Manokwari  terkait protokol kesehatan (prokes) penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19).

Kasatpol PP Manokwari, Yusuf Kayukatui membeberkan, berdasarkan hasil pengawasan yang dilakukan masih ditemui puluhan tempat usaha yang melanggar, yakni tidak menerapkan protokol kesehatan.

Ia menyebutkan sekira lebih dari 20 tempat usaha melakukan pelanggaran, dimana sebagian besar didominasi oleh warung makan. Pihaknya telah memberikan sanksi ringan berupa teguran lisan kepada pelaku usaha tersebut.

“Ada beberapa yang kami tegur, tetapi kami belum berikan sanksi. Sudah lebih dari 20 tempat usaha dan sudah ditempel stiker teguran pertama (ringan). Sebagian besar dari rumah makan. Kami terus mengingatkan agar pelaku usaha tersebut tidak lagi melanggar protokol kesehatan,” bebernya.

Kendati demikian, Yusuf mengatakan sejauh ini pihaknya belum menemui kendala yang berarti saat melaksanakan tugasnya. Mengingat anggota tim gabungan yang juga memadai ditambah dengan anggota Satpol PP dari provinsi yang juga turut membakcup.

“Anggota Satpol PP Manokwari sebanyak 18 orang, Kejaksaan sebanyak dua anggota, kepolisian 10 anggota dan TNI 10 anggota,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan adanya perbup maupun instruksi bupati, terlihat sudah ada perubahan dan sebagian masyarakat telah melaksanakan protokol kesehatan. Dibuktikan makin banyaknya masyarakat yang menggunakan masker saat keluar rumah.

Namun, diakui Yusuf bahwa ada sebagian tempat yang sulit untuk ditertibkan, salah satunya yakni pasar dadakan (pasar Borobudur).

“Masyarakat sudah mulai menyadari itu, sudah ada perubahan. Hanya saja yang terlihat masih membandel yaitu aktivitas di pasar Borobudur. Selain tidak menjaga jarak, tempat jualan yang berada di bahu jalan juga menyebabkan kemacetan. Ada penolakan dari para pedagang, menurut mereka tempat tersebut cukup strategis untuk berjualan,” tandas Yusuf. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 3 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: