Berita Utama

Puskesmas Neney dan Tahota Bakal Diakreditasi 2021

MANSEL, papuabaratnews.co – Dari seluruh puskesmas yang ada di Kabupaten Manokwari Selatan, ternyata belum semuanya terakreditasi. Dua diantaranya yaitu Puskesmas Neney dan Tahota. Akreditasi puskesmas ini dinilai penting, untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

Penanggung jawab Akreditasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mansel, dr Megi Debora menjelaskan, pihaknya menargetkan Puskesmas Neney dan Tahota akan diakreditasi pada 2021.

Dua Puskesmas tersebut akan menyusul empat puskesmas yang sudah terlebih dulu terakreditasi, yakni Puskesmas Ransiki, Oransbari, Momiwaren dan Isim.

“Sampai sekarang ini, sudah ada empat Puskesmas yang sudah terakreditasi. Bahkan, Puskesmas Oransbari sudah terakreditasi tingkat madya. Sementara untuk tiga puskesmas lain masih tingkat dasar,” ungkap Debora di sela-sela Workshop Keselamatan Pasien dan Manajemen Resiko di Gedung Serbaguna Gereja Solavide, Ransiki, Senin (30/11/2020).

Dia mengatakan, dokumen registrasi akreditas Puskesmas Neney dan Tahota sudah diserahkan ke Kementerian Kesehatan RI.

“Kami sudah kirim dokumen registrasi akreditas untuk Puskesmas Neney dan Tahota. Rencananya dari Kemenkes akan melaksanakan survey pada 2021 nanti,” ujarnya.

Lanjut dia, seharusnya 2019 lalu, Puskesmas Oransbari sudah mengalami re-akreditasi, dan naik ke akreditas utama. Hanya saja naik kelasnya Puskesmas Oransbari masih terkendala. Ditambah lagi, dia menerangkan  dengan adanya pandemi Covid-19, re-akreditasi Puskesmas Oransbari pun tertunda.

“Kita pasti berusaha agar setiap Puskesmas di Mansel sudah bisa terakreditasi. 2019 lalu juga sebenarnya Puskesmas Oransbari sudah mau re-akreditas namun ada beberapa kendala. Ditambah lagi dengan adanya Covid-19 ini. Di Mansel sendiri sebenarnya kita sudah punya delapan Puskesmas, tapi yang di Yamboi dan Masabui masih berstatus puskesmas pembantu,” paparnya.

Sementara itu, Narsum Dinkes Provinsi Papua Barat, dr Eka Nugraga Putra menyebut, peningkatan mutu pelayanan puskesmas harus dilakukan secara konsisten. Menurut dia, hingga kini, masih ada puskesmas yang hanya bagus pada saat survey akreditas.

“Pas awal survey bagus, bersih dan rapih. Setelah itu, mulai kotor. Di mana-mana ada puntung rokok dan lain sebagainya. Jadi, yang dibutuhkan untuk peningkatan mutu pelayan Puskesmas, adalah konsistensi,” ungkapnya.

Meski begitu, dia mengakui sudah ada peningkatan kualitas pelayanan setelah sistem akreditasi Puskesmas digalakkan pada 2016 silam.

“Dulu kacau balau, proses dijalankan masing-masing puskesmas, karena belum ada indikator. Setelah ada sistem akreditasi, perlahan mulai membaik, meskipun belum bisa dikatakan sempurna,” jelasnya.

Dia kemudian berharap, setiap Puskesmas di Mansel, bisa memiliki kualitas yang sama dengan Puskesmas di daerah lain. Hal ini menurut dia sangat penting, sehingga pasien bisa mendapatkan pelayanan dengan kualitas yang seimbang di setiap daerah.

“Proses harus dijaga dan dikembankan. Harus diukur, dimonitor dan ada indikator. Sehingga pelayanan Puskesmas di setiap daerah memiliki kualitas yang sama, termasuk di Mansel,” pungkasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 1 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.