Berita Utama

Rapid Test Antigen Belum Diberlakukan di Bandara Rendani

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemerintah memberlakukan wajib rapid test antigen sebagai prasyarat perjalanan.

Terkait prasyarat ini, pemerintah menetapkan batas atas harga pemeriksaan RDT-Ag yang dibayar oleh konsumen sebesar Rp 250.000. Penentuan batas atas harga tersebut mengingat kebutuhan APD.

Penerapan kebijakan wajib rapid tes antigen atau PCR mulai diberlakukan di Jawa dan Bali selama periode Natal dan Tahun Baru yaitu 18 Desember 2020 sampai 8 Januari 2021.

“Keberangkatan dari Jawa dan Bali wajib PCR atau rapid test antigen. Khusus keberangkatan menuju Bali wajib PCR. Rapid tes Antigen tidak berlaku. Hasil rapid test antibodi tidak lagi berlaku untuk dokumen perjalanan,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan yang dikutip Kontan.co.id, Kamis (17/12/2020).

Khusus untuk perjalanan keluar melalui Bandara Rendani, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX-Manokwari mengungkapkan pemberlakuan rapid test antigen sebagai salah satu syarat bagi pelaku perjalanan, masih dalam tahapan survei oleh tim di lapangan.

“Kemarin ada rapat dengan Kementrian Perhubungan, dan ini lagi disurvey,” ujar Kepala Seksi Keamanan, Angkutan Udara, dan Kelaikudaraan, Juprianto, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (17/12/2020).

Rapid test antigen berbeda dari rapid test antibodi yang marak diberlakukan untuk bepergian ke luar kota. Bila rapid test antibodi mengambil sampel darah, rapid test antigen mengambil lendir dari hidung dan tenggorokan.

Akan tetapi, di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX-Manokwari belum menerapkan aturan tersebut.

“Tidak semua daerah sama. Jangan sampai jadi kendala buat masyarakat di daerah, karena tidak ada layanan rapid test antigen,” kata dia.

Posko Terpadu Nataru

Sementara itu, menjelang hari libur Natal dan Tahun Baru 2021 (Nataru), jumlah pengguna transportasi udara melalui Bandara Rendani mulai mengalami peningkatan. Untuk mempermudah pemantauan terhadap arus penumpang, Kantor Otoritas Bandar Udara (Otband) Wilayah IX-Manokwari akan membuka posko terpadu di terminal kedatangan Bandara Rendani selama 18 hari ke depan.

“Jadwal posko Nataru itu dimulai tanggal 18 Desember besok (hari ini, red) sampai tanggal 4 Januari 2021,” ujar Juprianto.

Posko terpadu ini merupakan instruksi dari Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementrian Perhubungan, guna memastikan pelayanan dan keamanan bagi para penumpang. Selain itu, pembukaan posko terpadu menjadi agenda rutin tahunan.

Di tengah masa pandemi Covid-19, sambung Juprianto, posko Nataru di Bandara Rendani juga menyediakan fasilitas sesuai protokol kesehatan.

“Petugas posko wajib masker, jaga jarak dan sering cuci tangan. Kalau bisa ya dilengkapi dengan APD macam sarung tangan dan sediakan handsanitizer,” ucap dia.

Posko terpadu ini bekerjasama dengan sejumlah instansi di wilayah setempat seperti TNI/Polri, Kantor Kesehatan Pelabuhan, BMKG dan Basarnas.

Jupri berharap pendirian posko dapat memberikan kenyamanan bagi penumpang selama 18 hari.

“Kita juga harapkan transportasi udara tidak ada masalah,” ucap dia.

Ia mengimbau agar pengguna transportasi udara tetap mematuhi syarat perjalanan sesuai aturan yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah daerah maupun maskapai penerbangan di masa pandemi Covid-19.

Dokumen yang perlu dipersiapkan sebelum melakukan perjalanan dengan transportasi udara meliputi surat keterangan kesehatan dari gugus tugas, surat keterangan hasil rapid test, E-KTP, tiket dan wajib mengenakan masker penutup mulut.

“Jangan lupa juga bagi yang miliki handphone android isi dulu datanya sebelum berangkat lewat aplikasi kartu kewaspadaan kesehatan (electronic heatlh alert card/e-HAC),” imbau Juprianto.

Pengisian data e-HAC ini, kata dia, dapat mengurangi antrian pada pintu kedatangan karena penumpang harus mengisi data secara manual.

“Jadi kalau sudah isi, cukup tunjukan scan barcode-nya ketika tiba di bandar tujuan,” kata Juprianto.

Dia memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 23 hingga 24 Desember 2020, dan 27 Desember, dan 3-4 Januari 2021. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 18 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.