Berita UtamaInforial

Realisasi KUR Capai Rp455 Miliar

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) mencatat realisasi penyaluran dana kredit usaha rakyat (KUR) untuk pelaku UMKM di Provinsi Papua Barat sejak Januari sampai 27 November 2020, mencapai Rp455,618 miliar.

“Dengan jumlah debitur penerima KUR di Papua Barat sebanyak 11.708,” ujar Kepala Seksi Bidang Pembinaan dan Pelaksanaan Anggaran (PPA) IIB DJPb Provinsi Papua Barat Alif Fahrudin, saat dikonfirmasi awak media, Senin (30/11/2020).

Dia menjelaskan realisasi penyaluran KUR terbanyak pada sektor perdagangan mencapai Rp215,33 miliar, sektor jasa kemasyarakatan mencapai Rp50,08 miliar, sektor pertanian mencapai Rp43,68 miliar, sektor industri pengolahan mencapai Rp41,39 miliar, sektor penyedia akomodasi sebanyak Rp39,15 miliar, sektor perikanan terealisasi Rp25,93 miliar, sektor transportasi sebanyak Rp19,26 miliar, sektor real estate Rp12,51 miliar, sektor jasa kesehatan Rp4,9 miliar, sektor konstruksi Rp3,3 miliar dan jasa pendidikan Rp17 juta.

“Sebagian besar di sektor perdagangan baik itu perdagangan besar dan eceran. Jumlah debitur sektor perdagangan ada 5.010,” jelas Alif.

Dia menerangkan ada tiga jenis KUR dari pemerintah pusat kepada pelaku UMKM yaitu KUR Mikro sudah terealisasi sebanyak Rp293,86 miliar, KUR Super Mikro sebanyak Rp13,8 miliar, dan KUR Kecil terealisasi sebesar Rp147,94 miliar.

Untuk jumlah debitur yang mengakses KUR Mikro di Papua Barat sebanyak 9.494 orang, KUR Super Mikro ada 1.537 debitur, dan KUR Kecil hanya 677 debitur.

“KUR Super Mikro ini baru diluncurkan di triwulan III-2020. Ada syarat khusus misalnya belum pernah kredit atau pengusaha baru mulai,” terang dia. “Maksimal kredit Super Mikro itu Rp10 juta,” kata Alif menambahkan.

Di Provinsi Papua Barat, kata dia, ada enam bank yang menyalurkan KUR meliputi BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Papua, Bank Bukopin, BRI Syariah, dan BCA.

Penyaluran KUR yang dilakukan oleh BRI tercatat sebanyak Rp361,237 miliar dengan 10.771 debitur, disusul oleh Bank Mandiri Rp28,85 miliar dengan 429 debitur, BNI sebanyak Rp46,55 miliar dengan 262 debitur, Bank Papua sebanyak Rp16,84 miliar dengan 237 debitur, kemudian Bank Bukopin sebanyak Rp1,9 miliar dengan 4 debitur, BRI Syariah sebanyak Rp36 juta dan BCA sebanyak Rp150 juta. “Debitur BRI Syariah ada 3 orang dan BCA ada 2 debitur,” ujar Alif.

Tambahan subsidi

Pemerintah resmi memperpanjang subsidi bunga KUR 6% hingga akhir Desember 2020. Adapun kebijakan sebelumnya, tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6% untuk 3 bulan pertama dan 3% untuk 3 bulan berikutnya sampai 31 Desember 2020.

Dengan kebijakan tersebut, debitur KUR yang sebelumnya sudah dapat tambahan subsidi 6% sejak Maret 2020, otomatis diperpanjang sampai akhir tahun ini.

“Adanya program PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) pemerintah berikan tambahan subsidi bunga KUR selama tahun 2020,” pungkas Alif Fahrudin.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menurunkan suku bunga KUR menjadi 6%.

Sebelumnya, suku bunga KUR sebesar 24% pada 2008, kemudian turun menjadi 7% pada 2018 dan kembali diturunkan 6%.

KUR 2017 terealisasi sebanyak Rp96,7 triliun dari target Rp110 triliun, sedangkan 2018 realisasinya mencapai Rp120,3 triliun dari target Rp120 triliun. Untuk 2019 realisasi KUR mencapai Rp139,5 triliun atau 99,6% dari target Rp140 triliun. Dan, 2020 pemerintah target realisasi KUR meningkat jadi Rp190 triliun. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 2 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.