Berita Utama

Retribusi Tera Timbangan Tahun ini Tidak Capai Target

MANOKWARI, papuabaratnews.co Retribusi tera pada tahun ini menurun dari target yang ditetapkan sebesar Rp30 juta dan baru terealisasi setengahnya sekira Rp15 juta.

“Belum termasuk yang bulan November ada sekitar Rp. 5 juta yang belum disetor,” jelas Kepala UPTD Metrologi, Disperindagkop dan UKM Manokwari, Firmansyah Budhi Syaputhra beberapa waktu lalu.

Menurutnya, biaya retribusi untuk setiap jenis alat ukur berbeda. Mulai kisaran Rp. 1.000.000 dan yang paling kecil sebesar sekira Rp. 20 ribu.

Tidak tercapainya target retribusi tahun ini kata Firman, dikarenakan tidak adanya pelayanan untuk melaksanakan tera pada alat ukur di pasar maupun secara umum, akibat adanya pandemi Covid-19. Karena banyak anggaran yang di alihkan guna pencegahan dan penanganan Covid-19.

Selain itu, adanya surat edaran dari pusat bahwa pelayanan tera ditunda terlebih dahulu sembari melihat kondisi pandemi Covid-19.

“Kalau kita paksakan untuk melakukan tera di pasar akan terjadi kerumunan, itu yang kita hindari” jelasnya.

Dijelaskan, pihaknya hanya melaksanakan tera di perusahaan-perusahaan seperti SPBU, Pertamina, Pabrik Semen dan beberapa perusahaan lainnya yang membutuhkan sertifikasi tera.

“Kami tetap membuka pelayanan untuk yang membawa timbangannya ke kantor dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” imbuh Firman.

Sementara tahun depan pihaknya memulai dengan pengawasan terhadap alat ukur yang tidak di tera namun keakuratannya masih bagus, serta melakukan pendataan ulang terhadap timbangan yang keakuratannya tidak bagus.

Disinggung terkait adanya keresahan masyarakat atas ketidakakuratan timbangan yang digunakan dipasaran, Firman menjelaskan, sejauh ini belum ada masyarakat yang mengeluhkan atau mengadu ke kantor UPTD Metrologi, melainkan hanya menyampaikan melalui media sosial.

“Padahal kami sudah menempel stiker di alat ukur yang sudah ditera dan tercantum nomor aduan, baik di SPBU, Pertamina bahkan di timbangan-timbangan pasar pun saya tempel. Sebagai bentuk sosialisasi supaya jika ada keluhan bisa langsung menghubungi kami,” pungkasnya.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.