Berita UtamaInforial

Rusak Parah, Jalan Gunung Pasir Masih “Dibiarkan”

MANOKWARI, papuabaratnews.coMeski telah disoroti berkali-kali terkait kondisi jalan gunung pasir di wilayah Distrik Mubrani, Kabupaten Tambrauw, yang rusak berat dan terputus, namun hingga kini jalan tersebut masih terbiar begitu saja.

Kondisi ini sangat dikeluhkan warga setempat. Mereka berharap ada perhatian serius dari pemerintah pusat dan daerah, melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah XVII Manokwari, sehingga jalan itu bisa segera diperbaiki.

Kepala Distrik Kebar, David Anari mengungkapkan, terputusnya akses jalan gunung pasir di bagian atas gunung membuat aktivitas warga dari Kabupaten Tambrauw menuju Kabupaten Manokwari atau sebaliknya menjadi lumpuh. Warga kesulitan memasarkan hasil kebun ke Manokwari. Kondisi serupa juga terlihat pada jalan baru yang dibuka di bagian bawah. Akibat curah hujan yang tinggi jalan itu juga jadi rusak berat.

“Jalan gunung pasir putus akibatnya aktivitas warga pun lumpuh. Jika dipaksakan untuk lewat maka bisa celaka masuk ke jurang,” katanya kepada di Manokwari, Rabu (7/10/2020).

David berharap, pemerintah serius menangani perbaikan akses jalan gunung pasir yang rusak itu. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional harus menegur kontraktor yang melaksanakan pengerjaan perbaikan jalan itu, sehingga tidak merugikan warga yang melintas di sana.

“Pemerintah harus serius mengerjakan jalan gunung pasir karena merupakan urat nadi masyarakat di wilayah Kabupaten Tambrauw,” urainya.

Menurutnya, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional harus serius memantau progress pembangunan jalan gunung pasir. Hal itu dikarenakan sejak dibangun pada 2016 hingga saat ini jalan gunung pasir belum juga rampung.

“Karena itu penyelesaian pembangunan jalan ini harus diprioritaskan, sebab jika terus dibiarkan maka dikhawatirkan akan kembali memakan korban jiwa,” terangnya.

Nico Anari, salah satu warga yang bekerja sebagai kontraktor mengaku mengalami kesulitan dalam menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Manokwari ke Tambrauw. Akibatnya pekerjaan yang harus segera dikerjakan menjadi tertunda selama beberapa hari.

Nico menyebutkan, ruas jalan gunung pasir yang terputus, baik di bagian atas maupun di bagian bawah, sama-sama sangat membahayakan keselamatan warga yang melintas disana. Jalan di bagian atas, menurutnya, masih jauh lebih baik jika disambung dengan jembatan penghubung. Sehingga dua gunung yang terputus dapat dijembatani.

“Kalau harus memilih, kami lebih memilih jalan di bagian atas yang putus segera diperbaiki. Karena jalan di bagian bawah sangat curam dan beresiko tinggi,” tuturnya.

Dia lalu berharap pemerintah segera merespon situasi ini dengan meminta kontraktor yang mengerjakan jalan itu segera menyelesaikan perbaikannya.

“Kami hanya minta agar jalan di atas segera dikerjakan, karena akses jalan di atas lebih aman dari pada jalan di bawah,” ujarnya.

Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Manokwari. Media ini telah berusaha ke kantor bersama Kepala Distrik Kebar dan sejumlah warga, namun diminta menunggu tanggapan langsung dari kepala balai. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 8 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.