Satgas Covid-19 Bantah Adanya Pungli Prokes

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kasatpol PP sekaligus Koordinator Bidang Penegakan Satgas Covid-19 Manokwari, Yusuf Kayukatui membantah isu dugaan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum aparat penegak hukum atas denda para pelanggar protokol kesehatan khususnya kepada para pelaku usaha.

Kayukatui menegaskan, pihaknya melaksanakan sanksi berupa denda berdasarkan Peraturan Bupati (perbup) No. 255 Tahun 2020 tentang protokol percepatan dan penanganan Covid-19 dan penerapan sanksi administrasi terhadap pelanggar protokol pencegahan dan penanganan Covid-19.

Dia mengungkapkan bahwa dalam pasal 16 dijelaskan terkait sanksi, yakni sanksi ringan yang terdiri dari teguran lisan dan teguran tertulis. Sanksi sedang terdiri dari jaminan kartu identitas pemilik/pengelola/penanggung jawab kegiatan usaha, sanksi sosial atau pengumuman secara terbuka.

Kemudian sanksi berat berupa denda sebesar Rp. 500.000, penghentian sementara kegiatan, penghentian tetap kegiatan, pembekuan izin usaha dan pencabutan izin usaha atau rekomendasi pencabutan izin usaha.

“Pelaku usaha masih membandel, sudah ditegur berulang kali tetapi masih melanggar sehingga kami menerapkan denda mulai bulan kemarin (November). Sanksi tersebut berdasarkan perbup No 255 tahun 2020 pasal 16, dan sudah dibagikan ke para pelaku usaha, baca dan pelajari itu baik-baik. Supaya ketika ada petugas datang tidak ada komplain lagi,” tegasnya saat dikonfirmasi Papua Barat News, Kamis (3/12/2020).

Kayukatui  menegaskan bahwa tim penegak prokes tidak hanya dari Satpol PP tetapi di back-up TNI/Polri dan kejaksaan untuk melakukan pengawasan.

“Jangan sampai ada hal-hal yang tidak diharapkan, ada yang menganggap bahwa Satpol PP melakukan pungli. Kami bekerja karena instruksi dan perbup dan kami wajib kawal dan laksanakan itu,” tegasnya.

Pastikan Uang Denda Masuk ke Kasda

Kayukatui mengatakan, uang denda tersebut dipastikan telah masuk ke kas daerah (kasda), disertai dengan bukti penyetoran. Katanya, bukti penyetoran tersebut nantinya akan di kembalikan kepada pelaku usaha sebagai bukti bahwa uang tersebut telah disetor ke kas daerah.

Disebutkan hingga 1 Desember 2020 pihaknya menemukan sebanyak 38 pelanggar prokes dengan jumlah yang sudah disetor ke kas daerah melalui bank Papua sebesar Rp 19 juta.

“Ketika sudah teguran ke tiga baru kami kenakan teguran berupa sanksi denda. Kami tidak ada yang melakukan pungli, kami bekerja berdasarkan regulasi yang ada,Jika ada yang mengatakan kami pungli itu dasarnya apa, harus diperjelas,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Satgas Covid-19, Wanto. Ia menegaskan, bahwa penindakan sanksi berupa denda tersebut berdasarkan regulasi yang ada (perbup). Meski dibayarkan secara tunai (cash) namun pihaknya memastikan uang tersebut langsung diserahkan ke kasda.

“Sebenarnya itu tidak pungli. Karena petugas penegakan hukum melakukan penindakan berupa denda karena memang benar pada saat itu uang yang diterima secara cash, tetapi langsung disetor ke kas,” terangnya.

“Dikumpul satu minggu, disetor kemudian diserahkan beserta bukti penyetorannya. Penyetorannya tidak secara global. Kami tegaskan dan pastikan uang tersebut masuk ke kas daerah,” sambung Wanto.

Ditanya perihal ada keluhan dari beberapa pelaku usaha atas proses pembayaran yang dilakukan secara tunai, Wanto mengatakan pembayaran secara tunai lebih terjamin ketaatannya dibanding harus membayar melalui rekening kas daerah.

“Jika dikirim langsung ke rekening kas daerah, apakah benar bahwa pemilik usaha akan mengirim itu. Dalam perbup itu ada dua, bisa dibayarkan secara cash atau melalui rekening,” ujarnya.

“Untuk lebih menjamin bahwa pelanggar tersebut membayar denda maka harus di tarik (cash) disertai dengan bukti kuitansi dan satu minggu kemudian kami akan menyerahkan bukti penyetorannya. Tidak ada masalah,” pungkasnya.(PB19)

 **Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 4 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: