Berita Utama

Sebulan Digelar, 936 Orang Terjaring Operasi Yustisi

  • Perlu Sanksi Tegas

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Selama satu bulan Operasi Yustisi digelar, 936 orang ditindak karena melanggar protokol kesehatan. Operasi yang menyasar warga yang tidak mengenakan masker itu dilakukan oleh petugas gabungan yang terdiri dari Polda Papua Barat, TNI dan Pemerintah Provinsi.

Kepala Kepolisian Daerah Papua Barat Inspektur Jenderal Tornagogo Sihombing mengatakan, dari 936 ribu orang yang melakukan pelanggaran dibagi dua antara ditegur dan ada sanksi tertulis maupun lisan.

“Teguran lisan 272 kali, teguran tertulis sebanyak 664 kali. Pelanggar paling banyak di Manokwari, kedua di Sorong Kota,” kata Tornagogo Sihombing kepada sejumlah wartawan, belum lama ini.

Kapolda mengakui, banyak masyarakat yang belum mematuhi imbauan pemerintah terkait disiplin protokol kesehatan, seperti menggunakan masker dan menjaga jarak fisik. Namun demikian, Kapolda meyakini bahwa seiring bergulirnya waktu kesadaran masyarakat akan tumbuh bersama digelarnya operasi yustisi.

“Kita terus sosialisasikan agar masyarakat wajib menggunakan masker, karena itu sementara ini sanksi masih sebatas teguran lisan. Kita akan lihat perkembangan kedepannya bagaimana,” ujar Kapolda.

“Tiap hari kita harus sabar, jangan bosan mengajak masyarakat yang berkendara untuk menggunakan masker sama seperti menggunakan helem,” katanya lagi.

Meski wilayah Manokwari dan Sorong masuk dalam kategori zona merah penularan Covid-19. Namun sejauh ini, sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan di Manokwari masih sebatas teguran lisan, seperti membaca pancasila dan sikap sempurna menghadap jalan sambil hormat selama beberapa menit.

Langkah tersebut sepertinya kurang efektif. Sebab, masih banyak masyarakat yang terjaring razia dalam operasi yustisi. Sanksi tegas berdasarkan peraturan daerah bagi pelanggar protokol kesehatan sudah semestinya diberikan sebagai contoh, agar masyarakat benar-benar bisa disiplin menggunakan masker.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap, disiplin protokol kesehatan merupakan peran penting dalam mencegah penularan Covid-19. Menggunakan masker masih menjadi satu-satunya cara terampuh memutus rantai penyebaran Covid-19.

Berdasarkan data Gugus Tugas Covid-19, Jumat (9/10/2020), secara akumulatif positif terinfeksi mencapai 2. 854 kasus yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Papua Barat. Dari Jumlah tersebut, 1.480 orang diantaranya berhasil sembuh dan 23 orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.

“Penularan Covid-19 di Papua Barat sudah cukup tinggi, memang butuh ketegasan dalam hal penerapan protokol kesehatan,” ujar Tiniap.

“Kasus positif Covid-19 di Papua Barat didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG), yang jika dipersentasikan mencapai 85 persen. Sedangkan ODP dan PDP sangat kecil,” katanya lagi.

Secara massif, berdasarkan Maklumat Kapolri, operasi yustisi akan terus digelar agar masyarakat disiplin terhadap protokol kesehatan, sebagaimana Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi Nasional Menuju Kebiasaan Hidup Baru.

Operasi yustisi yang digelar bersama gabungan personil Kepolisian dan TNI serta Satpol-PP yang melibatkan jaksa dan hakim itu, merupakan implementasi dari penerapan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendilan Covid-19.

Berdasarkan Pergub tersebut, seluruh masyarakat diwajibkan menjalankan protokol kesehatan, seperti memakai masker selama berada diluar rumah atau ketika berinteraksi dengan orang lain, serta membatasi aktivitas sosial dan mobilitas masyarakat. Aturan tersebut juga berlaku bagi pelaku usaha.

Untuk yang melanggar, bagi perorangan akan dikenai sanksi berupa kerja sosial dan denda mulai dari Rp25 ribu hingga Rp250 ribu. Sementara pengaturan bagi para pelaku usaha terkait protokol kesehatan, yakni ditutup sementara hingga yang terberat ialah dicabut izin usahanya. (PB13)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 12 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.