Berita UtamaInforial

Sekolah Diminta Matangkan Kesiapan Belajar Tatap Muka

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat berharap sekolah-sekolah di daerah itu mematangkan kesiapan pembukaan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka pada Januari 2021.

“Saat ini penyebaran Covid-19 secara nasional masih mengkhawatirkan, termasuk kita di Papua Barat. Kita harus benar-benar siap jika ingin menerapkan sekolah tatap muka,” kata Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap di Manokwari dikutip Antara, Jumat (11/12/2020).

Ia mengungkapkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) belum mengeluarkan rekomendasi tentang pembukaan kembali aktivitas pendidikan.

Kondisinya, katanya, belum memungkinkan karena ada potensi lonjakan kasus yang dapat terjadi pada Desember 2020.

“Ada banyak momentum di Bulan Desember di mana pada situasi tersebut lonjakan kasus Covid-19 sangat mungkin terjadi. Misalnya sekarang, kita sedang ada dalam situasi pesta demokrasi, dalam waktu dekat ada perayaan Natal dan cuti bersama,” katanya.

Jika KBM secara tatap muka akan diterapkan, kata dia, wali murid atau komite sekolah harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan.

Selain itu, katanya, tata laksana serta sarana prasarana terkait dengan protokol kesehatan harus benar-benar siap.

“Karena kalau terjadi apa-apa sama anak-anak nanti orang tua yang sedih dan repot. Kalau anak sakit karena terpapar Covid-19 orang tua mana yang tidak susah,” ujarnya.

Dia juga berpandangan bahwa belum semua siswa mampu menerapkan protokol kesehatan secara baik. Hal ini harus menjadi pertimbangan baik Dinas Pendidikan maupun sekolah.

“Anak-anak Sekolah Dasar tentu masih kesulitan untuk benar-benar menerapkan protokol, begitu pula SMP. Saat di dalam kelas mungkin bisa diatur, tapi saat jam istirahat hal itu sangat sulit karena mereka belum punya kesadaran yang baik tentang bahaya Covid-19,” kata Arnold.

Sesuai peta penyebaran Covid-19, lanjut Arnold, seluruh daerah di Papua Barat saat ini memiliki kerentanan yang sama. Temuan kasus baru masih terus terjadi.

“Kalau terpaksa harus dilaksanakan sekolah tatap muka, anak-anak jangan masuk secara serentak. Harus diatur, disiapkan sif agar mereka masuk bergiliran,” katanya.

Dikaji serius

Sebelumnya, Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) Manokwari Yayasan Pendidikan Persekolahan Katolik Keuskupan Manokwari Sorong (YPPK KMS) meminta Dinas Pendidikan mengkaji secara serius wacana pemberlakuan sekolah tatap muka untuk tahun depan. Maksimalisasi persiapan itu penting, mengingat jangan sampai pembelajaran tatap muka justru menimbulkan masalah baru.

Ketua PSW Manokwari YPPK KMS Yan Karmadi mengatakan, pihaknya mendukung setiap upaya pemerintah daerah melakukan recovery di bidang pendidikan. Meski begitu, ada catatan penting yang harus benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan, yakni faktor kesehatan siswa dan guru. Agar nantinya tidak terjadi klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah daerah. Asalkan kijakannya telah melalui kajian akademik. Sudah mengkaji secara komprehensif dengan melibatkan semua pemangku kepentingan terkait. Hal itu penting mengingat jumlah kasus Covid-19 di daerah ini terus meningkat,” ujar Karmadi di Manokwari, Sabtu (28/11/2020).

Dirinya berharap penyediaan sarana dan prasarana protokol benar-benar disediakan dengan baik. Termasuk skema jam masuk siswa juga harus diatur untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan.

“Kalau memang melakukan tatap muka, persiapkan infrastruktur protokol kesehatannya. Sistem belajarnya seperti apa. Skema masuk masuknya seperti apa. Apa mungkin pakai sistem sif,” harapnya. (ANT/PB1)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.