Berita UtamaInforial

Sektor Kehutanan Dominasi Pengendalian Perubahan Iklim

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sektor kehutanan menjadi sektor yang mendominasi pengendalian perubahan iklim baik global maupun lokal termasuk di wilayah Papua Barat.

Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) Wilayah Maluku Papua, Prianto saat kegiatan Workshop Pemetaan Informasi Teknologi Rendah Karbon Sektor NDC di Manokwari, Senin (16/11/2020), mengatakan, kegiatan workshop tersebut terselenggara sebagai bentuk kontribusi terhadap penurunan emisi gas rumah kaca dari lima sektor penting lingkungan yaitu pertanian, kehutanan, limbah, energi dan industri.

“Kontribusi yang paling besar diberikan oleh sektor kehutanan,” ujarnya.

Dijelaskan, dalam upaya pengendalian perubahan iklim di Papua Barat, tantangan terbesar yang dihadapi adalah perambahan hutan secara liar untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Hal itu tidak hanya dilakukan oleh penduduk atau masyarakat lokal tetapi juga oleh pihak-pihak luar yang mau mengambil keuntungan dari hutan.

“Jadi inilah tantangan terbesar kita. Masyarakat tentu punya alasan merambah hutan yaitu untuk bertahan hidup,” ungkapnya.

Prianto menuturkan, untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah perlu mencari solusi agar masyarakat tidak mengorbankan hutan yang ada dengan dalih untuk keberlangsungan hidup mereka. Kebijakan-kebijakan perlu diupayakan demi menjaga kelestarian hutan Papua Barat yang ada saat ini dengan tetap memperhatikan kebutuhan masyarakat akan hidup dengan tidak mengorbankan hutan.

“Jadi harus ada kebijakan yang berpihak pada mereka. Kalau kita larang masyarakat untuk tidak merambah hutan, paling tidak harus ada sesuatu yang kita lakukan untuk mereka,” lanjut Prianto.

Disampaikannya, untuk merubah pola pikir masyarakat terhadap kelestarian hutan dan pengendalian terhadap perubahan iklim secara global, pendekatan yang dilakukan tidak bisa berlangsung secara frontal dan serta-merta. Hal itu disebabkan oleh paradigma berpikir masyarakat di Papua Barat yang sudah menjadikan hutan sebagai sumber mendapatkan makanan serta sumber hidup.

“Jadi pendekatan yang dilakukan harus secara perlahan-lahan untuk menyadarkan mereka tentang dampak lingkungan yang dihasilkan dari perambahan hutan,” katanya.

Menurutnya, melalui kesempatan tersebut, pihaknya mengumpulkan data dan informasi dari semua sektor yang ada tentang sumbangsih yang dapat diberikan oleh setiap sektor terhadap penurunan emisi gas rumah kaca yang berdampak pada perubahan iklim di wilayah ini.

“Fokus kita saat ini adalah Papua Barat sehingga kita minta data dan program strategis dari 5 sektor ini,” tutupnya.(PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 17 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.