Seleksi Anggota KPU  Menunggu Pleno Seleksi Berkas

MANOKWARI, PB News – Tahapan pendaftaran calon komisioner KPU di lima kabupaten sudah berakhir  13 April lalu. Selanjutnya adalah pleno seleksi berkas yang akan digelar  pada 22 April 2018 mendatang.

Tahapan seleksi calon komisioner KPU untuk 6 kabupaten ini dilaksanakan oleh Tim Seleksi I KPU Papua Barat. Tim Seleksi I ini membawahi wilayah Manokwari Raya, yaitu Kabupaten Manokwari, Pegunungan Arfak, Manokwari selatan, Bintuni, Wondama dan Kaimana.

Sekretaris Tim Seleksi I, Keliopas Krey mengungkapkan, meskipun pendaftaran telah ditutup secara serentak pada 13 April lalu, namun ternyata ada 3 kabupaten masih harus dilakukan perpanjangan sampai 20 April lantaran minim pendaftar yang mengembalikan formulir. Kabupaten-kabupaten yang dimaksud adalah Kabupaten Pegunungan Arfak, Manokwari Selatan dan teluk Bintuni.

“Sampai saat ini, data yang kami peroleh pasca pendaftaran tahap pertama, para pendaftar yang mengembalikan formulir ke kami masing-masing Kabupaten Pegunungan Arfak berjumlah 13 orang, Wondama  berjumlah 24 orang, Teluk Bintuni  berjumlah 28 orang, Kaimana mencapai 40 orang, Mansel hanya 17 orang, dan Manokwari mencapai 44 orang,” ungkap Krey..

Sesuai dengan peraturan KPU RI Nomor 7 tahun 2018 bahwa pendaftaran yang dibuka sejak 5 sampai 13 April harus memenuhi jumlah 6 kali anggota komisioner KPU di wilayah tersebut.  Kebutuhan anggota KPU masing-masing kabupaten yang masuk dalam Tim Seleksi 1 adalah Kabupaten Pegunungan Arfak berjumlah 3 Orang, Manokwari Selatan juga 3 orang, Wondama juga 3 Orang, Teluk Bintuni berjumlah 5 orang, Kaimana juga 5 orang, dan Manokwari berjumlah 5 Orang.

“Itu berarti untuk Kabupaten Manokwari telah melebihi 6 kali kuota komisioner KPU, yakni dengan 44 pendaftar sampai ditutupnya pendaftaran tahap pertama kemarin, sehingga tidak perlu dilakukan perpanjangan,”  terangnya.

Dijelaskan juga bahwa minimnya pendaftar di beberapa wilayah, menurut tim seleksi, diantaranya yakni penambahan persyaratan yang dianggap betul-betul menguji kemampuan seorang calon anggota KPU.

“Kami sudah maksimal dalam sosialisasi, tapi kami analisis ada dua faktor yang menyebabkan minimnya partisipasi masyarakat. Yang pertama yakni masalah geografis apakah media yang kami gunakan benar-benar sampai pada masyarakat, kedua yakni KPU RI menetapkan kriteria komisioner meningkat,” tambahnya.

Meskipun ada perpanjangan, jika tidak juga mencapai jumlah yang diinginkan, menurut Krey proses tahapan selanjutnya akan tetap berjalan.

“Peraturan  KPU Nomor 7 Tahun 2018 juga mengatur Sebahwa jika sampai batas waktu perpanjangan kuota tidak juga mencukupi persyaratan yang ditentukan, maka tahapan berikutnya tetap berjalan yakni pemeriksaan berkas dan mengumumkan hasilnya pada pleno,” ungkapnya.

Lebih lanjut, jika calon dinyatakan lolos dalam seleksi berkas selanjutnya akan mengikuti tes tertulis dengan metode computer assisted test (CAT), Psikotest , Kesehatan, dan Wawancara sebelum akhirnya hasil akhirnya akan dikirim ke KPU RI. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: