Seminggu PPKM, Masih Belum Terlihat Perubahan Perilaku Warga

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Dasa Wisma atau skala mikro di Papua Barat sudah berjalan satu minggu. Namun jumlah kasus Covid-19 belum memperlihatkan tanda-tanda penurunan. Selain itu, belum terlihat perubahan perilaku masyarakat terkait kepatuhan pada protokol kesehatan.

“PPKM sudah berjalan selama seminggu, tetapi perilaku hidup masyarakat tidak berubah. Masih ada warga yang berkumpul di kafe, warung makan dan kedai kopi. Sama sekali tidak ada perubahan,” ujar Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat Arnoldus Tiniap kepada awak media di Manokwari,  Senin (12/7/202).

Arnoldus mengatakan, kondisi ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah melalui Satgas Covid-19 dan aparat keamanan di provinsi dan kabupaten/kota. Menurutnya, penertiban pembatasan aktivitas masyarakat harus lebih tegas.

“Himbauan dan ajakan persuasif sudah harus ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi di tempat,” tegasnya.

Arnoldus menyebutkan hanya sejumlah tempat usaha seperti supermarket dan toko yang sudah menlaksanakan Instruksi Gubernur. Sementara banyak rumah makan dan kedai kopi belum mengindahkan Instruksi Gubernur terkait pembatasan jam buka usaha.

Aktivitas warga di Pasar Wosi belum menerapkan protokol kesehatan. [Foto: Dok PB News]
“Beberapa tempat usaha telah patuh, namun ada yang masih mengabaikan Instruksi Gubernur,” ungkapnya.

Dikatakan, fokus aparat keamanan masih pada pelaksanaan protokol kesehatan di pintu-pintu masuk seperti bandara dan pelabuhan. Perhatian juga harus pada pembatasan aktivitas masyarakat dan kepatuhan pada protokol kesehatan.

“Saat ini bukan lagi sekedar mengimba,  tetapi perlu penindakan,” katarnya.

Ia menambahkan klaster keluarga sudah tidak terkendali di wilayah Manokwari. Penyebarannya harus dihentikan melalui pedisiplinan warga dalam melaksanakan protokol kesehatan. Apabila ini diabaikan maka kemampuan fasilitas kesehatan tidak bisa menampung jumlah kasus Covid-19 yang terus melonjak.

“Bila tidak ada upaya keras yang luar biasa untuk menangani pandemi ini, maka fasilitas kesehatan akan lumpuh,” pungkasnya. (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: