Berita Utama

Semua Polisi Terlibat Kasus Teddy Di-nonjob-kan

JAKARTA – Semua anggota Polri yang terlibat dalam kasus dugaan peredaran gelap narkoba yang menyeret mantan kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi Teddy Minahasa telah di-nonjob-kan dari tugasnya masing-masing. Selain Irjen Teddy, empat anggota Polri lainnya adalah AKBP Doddy Prawira Negara; Kompol Kasranto; Aiptu Janto Situmorang; dan Aipda Achmad Darwawan.

“Sudah nonjob semua. Anggota polrinya kan kalau sama pak TM kan lima,” tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Polisi Endra Zulpan kepada awak media, Senin (17/10/2022).

Menurut Zulpan, para anggota Polri yang terlibat peredaran gelap narkoba itu telah dilakukan penempatan khusus (patsus) di Polda Metro Jaya. Sedangkan Irjen Teddy dipatsus di Provos Propam Polri. Akibat perbuatannya, mereka pun terancam diberhentikan secara tidak hormat (PTDH) sebagai anggota Polri.

“Bahkan pimpinan Polda sudah secara tegas mengatakan bahwa proses kode etik dengan ancaman PTDH,” kata Zulpan.

Kemudian, menurut Zulpan, penempatan khusus Irjen Teddy di Mabes Polri itu terkait dengan kasus kode etik dan profesi oleh Div Propam Polri. Karena, untuk dugaan pelanggaran kode etik dan profesi ditangani Propam Polri dan Polda Metro Jaya menangani kasus pidana perederan gelap narkoba.

“Empat orang anggota Polri yang terlibat juga kami lakukan patsus dan sedang melakukan pemeriksaan kode etik dan profesi di Polda Metro Jaya,” ungkap Zulpan.

Zulpan menambahkan, pemeriksaan oleh Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Metro Jaya terhadap Teddy dilaksanakan di Mabes Polri. Alasannya, tersangka tengah di tempat khusus atau patsus di Propam Mabes Polri.

“Khusus untuk pemeriksaan pak Irjen TM ini, penyidik dari PMJ yang mendatangi Mabes Polri untuk pemeriksaan,” ujar Zulpan.

Sebelumnya, dalam kasus ini, ada total 11 pelaku, masing-masing lima orang anggota Polri dan sisanya adalah masyarakat sipil yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka lainnya dijerat Pasal 114 ayat 2 sub 112 ayat 2 jo 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo 55 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal mati dan sekurang-kurangnya 20 tahun. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.