Setelah Tes dan Pelacakan Gencar Dilakukan

JAKARTA – Sejumlah daerah mulai mencatatkan jumlah kasus positif Covid-19 di atas standar Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Kenaikan ini seperti sudah diprediksi sejumlah epidemiolog dan perkiraan pemerintah bahwa bakal terjadi gelombang ketiga kasus Covid-19 pada Februari dan Maret karena varian Omicron.

Di Banten, misalnya, tingkat kasus positif mencapai 8 persen dari sekitar 110 ribu orang yang diperiksa sepanjang tujuh hari terakhir. Kenaikan tajam dibanding dua pekan lalu ini membuat pemerintah daerah waspada tapi tak khawatir karena sudah diduga. “Ini kami prediksi karena mobilitas warga tinggi dan Banten dekat dengan Jakarta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Banten, Ati Pramudji Hastuti, kemarin.

Menurut Ati, pemerintah daerah memperkirakan puncak gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi tiga pekan lagi di Banten. Meski tak punya data varian yang dites positif, ia memperkirakan penyebab kenaikan ini disumbang Omicron yang jauh lebih cepat menular dan lebih mampu mengelabui sistem imun akibat vaksin. Meski begitu, kata Ati, pemerintah daerah sudah punya persiapan yang jauh lebih matang dalam menyambut ombak kasus positif Covid-19 varian Omicron.

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia terus melonjak tiga kali lipat dalam sepekan—dari sekitar 3.000 kasus pada 24 Januari menjadi 10 ribu kasus per Senin, 31 Januari. Varian Omicron diyakini menjadi pemicu gelombang kasus baru. Secara nasional, dari 1,5 juta orang yang dites Covid-19 selama tujuh hari terakhir, 3,6 persen di antaranya membawa hasil positif.

Sejumlah daerah mencatatkan lonjakan angka kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Kenaikan grafik pandemi ini dianggap sebagai awal gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia yang dipicu varian Omicron.

Standar WHO untuk angka pandemi yang terkendali adalah di bawah 5 persen. Adapun angka kematian Indonesia per pekan lalu adalah 0,03 persen per 100 ribu penduduk dan dirasa juga masih wajar.

Kenaikan angka kasus ini, menurut Kementerian Kesehatan, juga terjadi karena jumlah tes meningkat dan pelacakan kasus juga lebih ulet. WHO menetapkan standar satu tes per seribu penduduk per pekan. Sedangkan Indonesia mengetes 5,75 per seribu penduduk per pekan lalu. “Peningkatan kuota ini juga bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah penularan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Sejumlah daerah mencatatkan lonjakan angka kasus Covid-19 dalam dua pekan terakhir. Kenaikan grafik pandemi ini dianggap sebagai awal gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia yang dipicu varian Omicron.

Standar WHO untuk angka pandemi yang terkendali adalah di bawah 5 persen. Adapun angka kematian Indonesia per pekan lalu adalah 0,03 persen per 100 ribu penduduk dan dirasa juga masih wajar.

 

Kenaikan angka kasus ini, menurut Kementerian Kesehatan, juga terjadi karena jumlah tes meningkat dan pelacakan kasus juga lebih ulet. WHO menetapkan standar satu tes per seribu penduduk per pekan. Sedangkan Indonesia mengetes 5,75 per seribu penduduk per pekan lalu. “Peningkatan kuota ini juga bentuk dari upaya deteksi dini dalam mencegah penularan,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Nadia menambahkan, jumlah tes meningkat karena biaya tes swab polymerase chain reaction (PCR) dan tes antigen lebih murah. Pada awal pandemi dan saat gelombang kedua pada pertengahan 2021, harga tes PCR, contohnya, mencapai Rp 900 ribu. Biaya sekali tes PCR di luar Jawa-Bali kini ditetapkan pemerintah menjadi sepertiganya. Begitu pula untuk tes antigen. Dengan harga yang lebih murah, kata Nadia, masyarakat lebih mau tes saat mengalami gejala Covid-19.

Nadia menambahkan, jumlah tes meningkat karena biaya tes swab polymerase chain reaction (PCR) dan tes antigen lebih murah. Pada awal pandemi dan saat gelombang kedua pada pertengahan 2021, harga tes PCR, contohnya, mencapai Rp 900 ribu. Biaya sekali tes PCR di luar Jawa-Bali kini ditetapkan pemerintah menjadi sepertiganya. Begitu pula untuk tes antigen. Dengan harga yang lebih murah, kata Nadia, masyarakat lebih mau tes saat mengalami gejala Covid-19. (TMP)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: