Berita Utama

Siap-siap! Hiburan Malam Tutup Mulai H-3 Ramadan

MANOKWARI, PB News – Selama Ramadan hiburan malam kafe-karaoke di Kabupaten Manokwari ditutup. Kebijakan ini belaku mulai H-3 Ramadan sampai H+3 Lebaran/Idul Fitri.

Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan mengatakan, penutupan kafe-karaoke, hiburan malam, panti pijat, bilyard dan balapan liar ini sesuai dengan Instruksi Bupati Nomor 450.13/442 tertanggal 7 Mei 2018.

“Penutupan ini untuk menghormati bulan suci Ramadan. Sehubungan dengan itu, diminta untuk para pengusaha kafe karaoke menutup jam operasinal,” kata Bupati Demas.

Bupati Demas menegaskan, Instruksi Bupati ini tidak bertujuan untuk melarang pengusaha hiburan mengembangkan usahanya.

“Siapa pun boleh menjalankan usahanya (tempat hiburan, red), tapi ketika memasuki bulan Ramdan, maka semuanya harus tutup sementara. Jika nanti telah selesai, silahkan untuk menjalankan usahanya kembali,” terang Demas.

Lebih lanjut Demas mengancam akan mencabut izin usaha tempat hiburan yang tidak mematuhi Instruksi Bupati tersebut.

“Harusnya pengusaha juga sudah tahu, selama setahun menjalankan bisnis hiburan malam efektif hanya 11 bulan, karena selama bulan Ramadan wajib ditutup,” tandasnya.

Menanggapi itu, Wakil Ketua II Asosiasi Pengusaha Karaoke Papua Barat, Benedictus L Diasz menyatakan siap melaksanakan instruksi itu.

Dia juga mengatakan beberapa pengusaha karaoke sudah memulangkan pemandu lagu ke tempat asal, karena memang selama bulan puasa karaoke tidak beroperasi. Namun, ada yang juga yang masih terikat kontrak.

“Yang masih terikat kontrak jadi resiko perusahaan itu untuk membayar gaji dan kebutuhan mereka,” ungkapnya.

Dia lalu menyarankan agar bukan saja tempat karaoke yang tutup selama bulan puasa, tapi juga tempat-tempat hiburan lain yang juga beroperasi di malam hari.

“Cafe nongkrong, bilyard dan tempat pijat beraktivitas dari siang sampai malam. Kalau bisa semua tutup bersamaan,” tuturnya.

Dia lalu mengusulkan agar tahun depan tempat karaoke tetap buka di jam tertentu saat bulan puasa. “Kalau bisa, tahun depan untuk 1 minggu awal dan 1 minggu terakhir tutup, tapi 2 minggu pertengahan dibuka di atas jam setelah orang pulang sholat dan sebelum sahur. Setidaknya, ada 3 sampai 4 jam kita buka karena kebutuhan karyawan tetap ada,” pungkasnya. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.