Berita Utama

Sidang TP-TGR Tertutup, Wartawan Dilarang Masuk Ruang Sidang

MANOKWARI, PB News – Pelaksanaan sidang perdana Majelis Tuntutan Perbendaharaan-Tuntutan Ganti Rugi (TP-TGR) Kabupaten Manokwari dilaksanakan tertutup bagi wartawan. Alasan Ketua Majelis TP-TGR agar tertuntut bisa lebih fokus memberikan keterangan secara menyeluruh.

Berawal dari pelarangan mengambil gambar dokumentasi oleh Humas dan Protokoler Setda Manokwari, sejumlah wartawan yang hadir di kantor Inspektorat Kabupaten Manokwari yang menjadi lokasi berlangsungnya sidang TP-TGR, tidak diperbolehkan masuk oleh sejumlah pegawai yang menunggu di luar ruang sidang. Bahkan wartawan diminta untuk tetap menunggu di ruang tunggu kantor Inspektorat Kabupaten Manokwari.

Sontak hal ini membuat para wartawan jadi bingung dan bertanya-tanya, mengingat pelaksanaan sidang TP-TGR di wilayah lain nusantara sangat terbuka untuk umum.

Kejadian ini juga dinilai bertolak belakang dengan keterangan Sekretaris Inspektorat Eko Arif  pada pemberitaan sebelumnya, serta pernyataan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan kepada wartawan Selasa (17/4), yang mengatakan bahwa sidang TP-TGR seharusnya terbuka, karena sifatnya bukan tuntutan hukum.

“Saya tidak tahu kalau wartawan dilarang masuk, karena memang saya ada di dalam. Seharusnya boleh saja, karena sebagai bentuk informasi, dan dalam kasus ini tidak ada jeratan hukum, melainkan hanya pengembalian anggaran ke kas daerah,” kata Bupati Demas saat dikonfirmasi terkait adanya larangan itu.

Sementara itu, Ketua Majelis TP-TGR Manokwari, F.M. Lalenoh, berdalih ruang sidang yang digunakan sangat kecil sehingga tidak memungkinkan semua orang untuk masuk. Menurutnya juga, sidang TP-TGR merupakan teknis internal yang belum bisa dipublikasikan sebelum dilakukan pelaporan kepada Bupati.

“Kami juga sebenarnya tidak ingin mempublikasi, karena masih internal makanya itu kita buat tidak terlalu terbuka tapi kita tidak melarang bagi siapapun. Kita ingin ketika memberikan pertanyaan kepada tertuntut jawaban yang diberikan lugas dan tidak kaku,” jelas Lalenoh. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.