Berita UtamaInforial

Situasi Papua Barat Kondusif Pasca Pencoblosan Pilkada

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pasca pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 di sejumlah daerah, Polri memastikan situasi Papua Barat masih kondusif, aman dan sehat. Sampai detik ini, tidak ada kejadian-kejadian negatif yang menonjol setelah pesta demokrasi berlangsung.

Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Adam Erwindi mengatakan, secara keseluruhan situasi keamanan di sembilan daerah pada pelaksanaan Pilkada serentak, dilaporkan cukup terkendali. Tidak ada kejadian menonjol yang mengganggu situasi keamanan di daerah tersebut.

“Hingga Pukul 15:36 WIT, Papua Barat aman terkendali. Sembilan daerah yang melaksanakan pemungutan suara berlangsung lancar,” ujar Erwindi.

“Terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang sudah bersama-sama menjaga kamtibmas. Semoga situasi kondusif ini dapat dipertahankan hingga pleno dan pelantikan kepala daerah terpilih,” katanya lagi.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Inspektur Jenderal Polisi Tornagogo Sihombing berkeliling meninjau langsung kondisi keamanan pada sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kota Manokwari, Rabu (9/12/2020), sejak pagi hingga siang hari.

Selain Kapolda, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Papua Barat Brigadir Jenderal TNI Hardani Lukinanta, serta Ketua KPU Papua Barat Paskalis Semunya, ikut memantau pelaksanaan pemungutan suara di sejumlah TPS.

Selain keamanan, partisipasi pemilih dan disiplin protokol kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19, menjadi perhatian penting dalam pemantauan tersebut.

“Pada pemilu sebelumnya kami bisa balik dari rawan satu ke aman. Pilkada 2020 ini juga pasti bisa. Kita semua menginginkan Papua Barat aman. Ini harus menjadi komitmen seluruh kandidat juga tim sukses serta para pendukungnya,” kata Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Pantauan Papua Barat News, setiap TPS dalam kota Manokwari mendapat pengawalan aparat gabungan, mulai dari pihak Kepolisian, TNI, Linmas dan bahkan ada pula yang dijaga oleh Satpol-PP. Tak ada kejadian-kejadian yang mengarah pada perilaku tindak pidana.

Kabupaten Manokwari merupakan satu dari empat daerah di Papua Barat yang dinilai rawan konflik. Kabupaten Manokwari bahkan menduduki peringkat pertama berdasarkan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang dikeluarkan oleh Bawaslu RI.

Setelah pemungutan suara, akan dilakukan tahapan penghitungan suara secara berjenjang. Mulai tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota hingga tingkat provinsi. Setelah itu, Paslon dengan suara terbanyak akan ditetapkan sebagai pemenang oleh KPU.

Penetapan Paslon pemenang tingkat kabupaten dan kota akan mulai digelar pada 13 sampai 17 Desember. Sementara, secara umum penetapan Paslon pemenang tingkat provinsi dilakukan pada 16 sampai 20 Desember mendatang. Jadwal tersebut akan disesuaikan jika ada Paslon yang menggugat hasil Pilkada.

Libatkan 3.062 personil

Guna menjaga keamanan di Papua Barat agar tetap kondusif selama pelaksanaan Pilkada serentak 2020, Polri dan TNI menyiagakan 3.062 personil. Mereka disebar ke sembilan daerah kontestan pada pesta demokrasi lima tahunan itu. Ribuan personil tersebut sudah termasuk 500 pasukan Brimob Nusantara Bawah Kendali Operasi (BKO).

Kabupaten Manokwari dan Pegunungan Arfak (Pegaf) mendapat BKO sebanyak 695 personil, Manokwari Selatan (Mansel) 192 personil, Teluk Bintuni 383 personil, Teluk Wondama 248 personil, Fakfak 300 personil, Raja Ampat 320 personil, Sorong Selatan (Sorsel) 223 personil, dan Kabupaten Kaimana sebanyak 227 personil.

Karo Ops Polda Papua Barat Komisaris Besar Tri Atmojo Marawasianto menjelaskan, pengamanan oleh personil BKO akan bertugas sampai 15 Desember 2020. Namun, hari penugasan tersebut sewaktu-waktu dapat berubah, tergantung pada kondisi keamanan daerah tempat bertugas.

“Ada delapan Polres dari sembilan kabupaten, sehingga jumlah personil Polres Manokwari juga ikut mengamankan pelaksanaan Pilkada di Kabupaten Pegaf. Persebarannya kita sesuaikan. Ada empat kriteria dari total 1879 TPS, yakni TPS aman, rawan, sangat rawan dan TPS khusus,” kata Tri Atmodjo. (PB13)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.