Berita Utama

SMP YPPGI Kristian Tobou Resmi Miliki NPSN

RANSIKI, papuabaratnews.co – SMP YPPGI Kristian Tobou Distrik Ransiki akhirnya memperoleh Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN), yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

NPSN NPSN adalah kode pengenal yang unik untuk sekolah yang berlaku secara nasional. Kode ini terdiri dari 8 digit angka yang diberikan kepada sekolah yang masih aktif baik TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Manokwari Selatan Cristofel R. Mandacan mengatakan dengan mengantongi kode pengenal unik itu para guru dan pegawai SMP YPPGI Kristian Tobou semakin bersemangat melengkapi administrasi yang dibutuhkan.

Cristofel berharap pihak sekolah rutin berkoordinasi dengan dinas pendidikan melalui orang yang dipercayai sebagai admin, agar semua yang disyaratkan dapat dipenuhi dengan baik demi kemajuan pendidikan di SMP YPPGI Kristian Tobou.

“Saya berharap adminnya harus aktif memasukan data dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Adminnya harus rajin dan aktif berkoordinasi dengan dinas. Terutama dalam hal memasukan profil sekolah, jumlah siswa, identitas dan lainnya. Dapodik itu harus diisi dengan cermat dan lengkap,” tandasnya.

Menurutnya, apabila data-data sekolah itu tidak dimasukan dengan baik dalam Dapodik, maka data sekolah tidak bisa terbaca di Kementerian Pendidikan. Konsekwensinya, siswa tidak bisa memperoleh beasiswa dan sudah tentu menghambat pendidikan ke jenjang berikutnya.

“Dapodik itu penting untuk seorang siswa, mulai dari saat masuk SD sampai menamatkan pendidikan di SMA. Jadi siswa itu mau pindah ke daerah manapun, namanya terdata di Dapodik,” jelas dia.

Lebih lanjut, Cristofel menyebutkan, data dapodik yang baik dan lengkap, sekolah akan memperoleh kemudahan untuk mengakses dana bantuan operasional sekolah seperti dana BOS.

“Begitu Dapodik diisi dengan lengkap, maka hak-hak sekolah termasuk guru pasti bisa diperoleh. Salah satunya adalah dana BOS itu,” terangnya.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Mansel itu mengakui belum semua honor tenaga pengajar di SMP YPPGI Kristian Tobou dibiayai pemerintah daerah. Karena itu, bantuan dana BOS itu akan sangat membantu pihak sekolah untuk membayar honor para guru.

“Honor para guru yang ada di SMP YPPGI ini baru beberapa orang saja yang sudah diakomodir oleh pemerintah daerah, sedangkan yang lain sama sekali belum. Saya sudah sampaikan kepada kepala sekolahnya untuk sementara bisa disiasati dengan dibayar oleh sekolah, caranya bekerja sama dengan kepala kampung karena dana kampung bisa dipakai untuk membayar guru honor di sekolah.

“Guru honor yang belum tercover memang akan ditanggung oleh daerah, tapi untuk sementara waktu ini belum. Kedepannya kami pasti akan memprogramkannya (gaji). Saat ini nama guru-guru honor itu sudah dimasukan ke dinas,” papar Mandacan. (PB24)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.