Berita Utama

Suap PMB Unila Buktikan Pungli di Lembaga Pendidikan

JAKARTA – Penangkapan jajaran Rektorat Universitas Lampung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus dugaan penerimaan suap dan gratifikasi mengonfirmasi temuan Badan Pusat Statistik mengenai meningkatnya praktik koruptif dalam seleksi penerimaan murid/mahasiswa baru atau PMB di dunia pendidikan. Hal itu juga menunjukkan masih adanya pungutan liar atau pungli di dunia pendidikan.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam survei Indeks Perilaku Anti-Korupsi (IPAK) tahun 2022 menemukan bahwa jumlah warga masyarakat yang mengaku ditawari bantuan/jaminan agar diterima sekolah/perguruan tinggi pada tahun ini naik dibandingkan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya sebesar 0,65, tahun 2022 ini angkanya naik menjadi 0,9. Hasil survei IPAK tersebut diluncurkan BPS pada 1 Agustus 2022.

Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Dewi Anggraeni, saat dihubungi pada Minggu (21/8/2022), mengatakan, peristiwa penangkapan Rektor Universitas Lampung (Unila) Karomani dan jajaran pimpinan perguruan tinggi Unila lainnya seakan mengonfirmasi temuan BPS dalam survei IPAK. Dewi Anggraeni mengatakan, perbuatan Rektor Unila tersebut dapat dikategorikan sebagai pungli dan sekaligus penyalahgunaan wewenang yang dimiliki selaku rektor dalam penerimaan mahasiswa baru. ”Apabila melihat data tren penindakan kasus korupsi sektor pendidikan, perguruan tinggi menempati posisi ketiga berdasarkan sebaran instansi terjadinya korupsi. Provinsi Lampung juga menempati posisi ke-14 berdasarkan sebaran daerah terjadinya penindakan korupsi sektor pendidikan mulai tahun 2016 hingga September 2021,” tuturnya.

Pada Jumat (19/8/2022) sekitar pukul 21.00, tim penyidik KPK mengamankan delapan orang, termasuk Karomani, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila Heryandi, Ketua Senat Unila Muhammad Basri, dan pihak swasta Andi Desfiandi, yang selanjutnya ditetapkan sebagai tersangka kasus penyuapan dan gratifikasi.

Karomani diduga menerima uang senilai lebih kurang Rp 5 miliar dari para orangtua calon mahasiswa baru dalam proses Seleksi Mandiri Masuk Unila (Simanila) tahun akademik 2022.

Selain empat orang tersebut, turut diamankan penyidik KPK antara lain Kepala Biro Perencanaan dan Hubungan Masyarakat Unila Budi Sutomo, Dekan Fakultas Teknik Unila Helmy Fitriawan, dosen Unila Mualimin, dan ajudan rektor bernama Adi Triwibowo.

Mualimin, Helmy, dan Heryandi ditangkap di Lampung dengan barang bukti uang tunai Rp 414,5 juta, slip setoran deposito Rp 800 juta, dan kunci safe deposit box yang diduga berisi emas Rp 1,4 miliar. Sementara Karomani, Budi Sutomo, dan Adi Triwibowo ditangkap di Bandung, Jawa Barat, dengan bukti kartu ATM dan buku tabungan senilai Rp 1,8 miliar.

Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam jumpa pers yang dilaksanakan Minggu pagi, Karomani memerintahkan Budi Sutomo, Heryandi, dan Muhammad Basir untuk mengumpulkan sejumlah uang yang disepakati dengan orangtua peserta Simanila yang sebelumnya telah dinyatakan lulus seleksi oleh Karomani. Uang yang disepakati itu berkisar Rp 100 juta hingga Rp 350 juta, di luar uang resmi yang dibayarkan kepada pihak universitas.

Melalui Budi Sutomo, Karomani telah berhasil mengumpulkan Rp 4,4 miliar, sementara melalui Mualimin sudah terkumpul Rp 603 juta.

Lima besar korupsi

Dalam kajian ICW, sektor pendidikan selalu masuk lima besar korupsi yang ditindak aparat penegak hukum dalam rentang waktu 2016-2021.

Pada rentang waktu tersebut, ada 240 kasus korupsi yang ditindak aparat penegak hukum dengan total kerugian mencapai Rp 1,605 triliun. Penyelewangan dana bantuan operasional sekolah (BOS), pembangunan infrastruktur, pengadaan barang dan jasa non-infrastruktur, dana alokasi khusus, dan lainnya merupakan perkara yang paling banyak ditangani penegak hukum.

Jika ditinjau dari sektor pendidikan yang ditindak, perguruan tinggi menempati urutan ketiga (20 kasus). Penegak hukum lebih banyak menangani kasus korupsi di dinas pendidikan (125 kasus) atau di tingkat sekolah (75 kasus). (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.