Berita Utama

Tahun 2020 Ditemukan 24 Kasus DBD di Manokwari

MANOKWARI, PB News – Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari mencatat sebanyak 24 kasus Demam Berdarah (DBD) di temukan di lima wilayah Kabupaten Manokwari pada Januari-April 2020.

Lima wilayah tersebut yakni, Amban tiga kasus, Sanggeng tujuh kasus, Mansinam empat kasus, Wosi empat kasus dan enam kasus di wilayah Sowi.

“Itu semua kasus baru, untuk tahun kemarin saya belum bisa merincikan secara pasti. Tetapi yang jelas pada 2018 sebanyak 21 kasus, jika dibandingkan tahun ini terlihat ada peningkatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Manokwari, Marthen Rantetampang, Rabu (16/12/2020).

Dikatakan Marthen, kasus tersebut merupakan kasus baru di tahun ini, dan belum ada penambahan kasus hingga di Desember ini.

Ditanya perihal jumlah kasus kematian akibat DBD, Marthen menyebutkan hingga saat ini belum ada kasus kematian akibat DBD. Dikarenakan masyarakat lebih cepat respon sehingga lebih cepat tertangani.

“Kasusnya hanya ada di Januari-April,” ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor penyebab DBD dan malaria adalah sama, yakni nyamuk. Namun jenis nyamuk DBD dan malaria berbeda. Adapun untuk nyamuk DBD hidupnya dilingkungan bersih dan tidak berhubungan dengan air yang berhubungan langsung dengan tanah.

“Nyamuk DBD biasanya di rongsokan barang bekas yang airnya bersih. Bisa juga dipelepah-pelepah bunga ,” jelas Marthen.

Menurutnya, dibanding malaria penanganan DBD lebih mudah asalkan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

“Kalau menanam bunga seringlah menggoyangkan pelepahnya supaya jangan ada air yang bisa menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. Intinya wadah yang yang bisa menampung air bersih dan lembab,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 17 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.