Berita Utama

Tahun ini Manokwari Peroleh Rekomendasi Peremajaan Sawit Seluas 1.700 Hektar  

MANOKWARI, papuabaratnews.coTahun 2020 Kabupaten Manokwari kembali mendapatkan rekomendasi peremajaan kelapa sawit untuk tahap II hingga tahap V sebanyak 1.700 hektar.

“Program tersebut merupakan program pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS),  jelas Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Yoseph D. Kinho, Jumat (19/12) pekan lalu.

Dijelaskan,  dengan adanya kerjasama dari berbagai pihak, salah satunya Koperasi Produsen Sawit Arfak Sejahtera. Manokwari kembali mendapat rekomendasi teknis untuk tahap II hingga tahap V.

Adapun untuk tahap II mendapat rekomendasi seluas 200 hektar, tahap III 500 hektar, tahap IV 500 hektar dan tahap V 500 hektar. Atau total rekomendasi teknis di tahun 2020 sebanyak 1.700 hektar.

“Dengan adanya rekomendasi, otomatis diikuti dengan tanda tangan tiga pihak, yaitu perjanjian kerjasama antara pemberi dana yang disalurkan melalui BPDPKS, koperasi dan bank mitra dalam hal ini Bank BNI. Sekarang tinggal kemampuan kita bagaimana untuk mengelola dana yang sudah diberikan,” sebut Yoseph.

Yoseph mengungkapkan, Kabupaten Manokwari merupakan satu-satunya kabupaten di Papua Barat yang mendapat program bantuan dari pemerintah untuk peremajaan tanaman kelapa sawit.

Ia menyebutkan, pada tahun 2019 Manokwari mendapat rekomendasi teknis untuk tahap I dari Kementerian Pertanian dan Dirjen Perkebunan untuk luasan 344,5 hektar (ha) yang sementara ini telah berjalan. Adapun total rekomendasi teknis tahun 2019 dan 2020 sebanyak 2.044,5 hektar.

Sementara itu, kata Yoseph, terkait kegiatan peremajaan kelapa sawit sudah mulai berjalan, baik itu kegiatan tumbang ciping, pencanangan penanaman dipersemaian.

“Wasegi Indah kita sudah mulai dilaksanakan kegiatan pembibitan,” kata dia.

Sedangkan untuk penanaman rencananya akan dilaksanakan pada awal tahun depan (2021). Adapun untuk tahap I kelapa sawit, rencana penanaman untuk 344,5 hekatar di dua kampung, yakni Kampung Indisey dan Mambowi, yang sementara ini telah dilakukan tumbang ciping.

“Kampung Indisey sekitar 172 hektar, Kampung Mambowi sekira 170 hektar itu untuk peremajaan tahap I seluas 344,5 hektar. Sudah sementara berjalan, kalau tidak ada halangan mungkin bulan Januari 2021 kita sudah bisa melakukan penanaman peremajaan tanaman kelapa sawit. Untuk tahap II dan seterusnya, beberapa waktu lalu kami sudah mulai penanaman benih atau kecambah kelapa sawit untuk tahap II,” pungkas Yoseph. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 21 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.