Berita Utama

Tempat Ibadah masih Ditutup Hingga 19 Juni

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pemkab Manokwari menggelar rapat dengan para tokoh agama dan Forkopimda di ruang rapat (Plt) Bupati Manokwari, Edi Budoyo, Rabu (3/6/2020). Pelaksanakan rapat dengan para tokoh agama dan dengan forkopimda Kabupaten Manokwari tersebut membahas pelaksanaan normal baru (new normal) di kabupaten Manowkari.

Dalam rapat pemda bersama tokoh agama beserta forkopimda tersebut disepakati bersama bahwa Pemkab Manokwari akan mengeluarkan edaran bahwa untuk sementara sampai tanggal 19 Juni masyarakat masih melakukan ibadah di rumah masing-masing.

Edi mengungkapkan, dengan melihat perkembagan situasi saat ini dimana masih ada kasus Covid-19 di kabupaten Manokwari dan masih ada penambahan pasien (covid-19). Maka manokwari belum masih masuk zona kuning, sehingga belum bisa dilaksanakan new normal.

“Disatu sisi bahwa Menteri agama mengeluarkan surat edaran untuk membuka tempat-tempat ibadah. Dari DMI pun telah mengeluarkan imbauan untuk membuka tempat-tempat ibadah. Kendati demikian harus disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing,” tutur Edi.

Dijelaskan Edi, jika semua pasien covid sudah dinyatakan sembuh dan sudah tidak ada lagi penambahan maka Manokwari bisa masuk dalam zona hijau, ketika masuk dalam zona hijau maka rekomendasi itu akan ditunjau kembali dan tempat-tempat ibadah akan dibuka.

“Belum dibuka sampai tanggal 19 Juni, sembari para tokoh agama mensosialisasikan tentang covid-19 ini, terutama persiapan dalam menghadapi tatanan kehidupan baru (new normal). Intinya tempat ibadah belum dibuka untuk sementara, para tokoh agama akan melakukan sosialisai terlebih dahulu kepada umat. Belum semua umat dan masyarakat kita paham tentang Covid-19, sehingga perlu disosialisasikan dengan baik ,” jelasnya.

Sekretaris Umum MUI Kabupaten Manokwari, Rustam menuturkan, sudah dibuatkan surat kesepakatan. Ada tiga poin, salah satunya untuk tetap menutup tempat ibadah sampai 19 Juni 2020 sembari memberikan sosialisasi kepada umat.

“Tempat ibadah yang nanti akan mengusulkan untuk pembukaannya harus melalui prosedur sesuai dnegan sutar edaran Menteri Agama yaitu harus meminta ijin dimasing-masing wilayah. Jika sudah memenuhi persyaratan maka tempat ibadah boleh dibuka, tetapi sebelumnya akan dilakukan sosialisasikan ke tempat-tempat ibadah,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua PGGP Papua Barat, Shirley Parinussa, dimana sebelum pemberlakukan new normal, perlu dilakukan sosialisasi secara massif oleh semua pimpinan denominasi agama.

“Karena kita sudah menjalani satu tahapan yaitu PSBB, tetapi secara evaluative kami melihat masih banyak hal yang tidak maksimal dilakukan salah satunya masih banyak yang tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak dalam pertemuan publik sehingga perlu dievaluasi dan diedukasi kembali,” tukasnya.

“Pada prinsipnya, pelaksanaan ibadah di gereja maupun masjid tetap harus menjadi prioritas dengan tetap mengikuti kebijakan dari provinsi untuk semua belajar dan bekerja dari rumah smapai 19 Juni. Sehingga disepakati bahwa ibadah dari rumah tetap dilaksanakan smapai 19 Juni. dalam tahapan waktu itu akan dilakukan sosialisasi dan edukasi supaya masyarakat terbiasa. Sosialisasi dan edukasi harus secara intens setelah itu evaluasi dan pemberlakukan secara normal dan semua siap,” pungkas Shirley. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.