Terdakwa Pembunuh Brimob di Bintuni Divonis Bersalah

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Terdakwa pembunuhan berencana terhadap anggota Brimob di Kabupaten Teluk Bintuni, divonis jalani hukuman pidana berbeda. Terdakwa Frans Aisnak divonis 8 tahun penjara, sedangkan terdakwa Pontius Wakom divonis hukuman pidana 10 tahun penjara.

Vonis tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis hakim Pengadilan Negeri Manokwari Sonny A.B Laoemoery, Selasa (1/12/2020). Vonis itu sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut umum Kejaksaan Negeri Teluk Bintuni Pieter Louw.

“Menyatakan, terdakwa Frans Aisnak dan Pontius Wakom terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan, sebagaimana tuntutan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1)- 1 KUHPidana. Menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Frans Aisnak 8 tahun penjara dan Pontius Wakom 10 tahun penjara, dikurangkan masa tahanan,”  kata Hakim dalam putusannya.

Sementara itu, Penasihat hukum para terdakwa Yan Christian Warinussy menyatakan sikap pikir-pikir atas putusan tersebut. Tim penasihat hukum terdakwa diberikan waktu tujuh hari untuk dapat menentukan sikap, apakah menerima atau akan menyatakan banding.

Diluar persidangan, Warinussy mengaku akan berkonsultasi dengan kliennya tersebut guna menentukan langkah-langkah bagi hak dan kepentingan hukum terdakwa Frans Aisnak dan Pontius Wakom.

“Kami belum menerima putusan, masih ada waktu tujuh hari kedepan sejak putusan dibacakan. Untuk itu, kami akan konsultasikan langkah-langkah hukum kepada para terdakwa. Ini demi kepentingan hak dan hukum mereka,” kata Warinussy kepada Papua Barat News.

Terkait persidangan tersebut, Warinussy sebagai aktivis pembela Hak Asasi Manusia (HAM) itu cukup menyayangkan putusan majelis hakim. Sebab, dalam berbagai agenda pemeriksaan saksi, tak ada satupun kesaksian yang mampu membenarkan atau melihat para terdakwa berada di lokasi kejadian saat pembunuhan berlangsung.

Sebagaimana nota pembelaannya, terdakwa Frans Aisnak tidak terbukti terlibat peristiwa pembunuhan dan/atau penganiayaan berat terhadap korban anggota Brimob yang ketika itu baru bertugas sekitar empat hari di Basecamp perusahaan kayu PT. Wana Galang Utama (WGU).

“Terdakwa Frans Aisnak adalah salah tuan tanah atau pemilik ulayat lokasi penebangan PT. WGU. Bahkan terdakwa belum mengenal dan tidak memiliki masalah apapun dengan korban, sebelum peristiwa pembunuhan tersebut terjadi,” kata Warinussy.

Tim Penasihat Hukum berpendapat, bahwa dari saksi-saksi yang diajukan Jaksa Penuntut, tidak ada satu pun yang melihat terdakwa berada dilokasi kamar milik korban Briptu Mesak Viktor Pulung, saat ditemukan sekarat dan mati pada Rabu, 15 April lalu.

Saksi Ir. Fredy Selang dan saksi Paiman yang pertama kali mengetahui korban sekarat pun sama sekali tidak mendengar dan melihat siapa pelaku penganiayaan berat yang mengakibatkan korban dalam keadaan sekarat hingga mati saat itu.

“Masih ada beberapa keanehan menyolok. Kendati demikian, kami menghormati keputusan Majelis Hakim,” ujar Thresje Juliantty Gasperzs. “Kami masih akan konsultasikan langkah berikutnya kepada terdakwa. Ini demi kepentingan hukum mereka,” katanya lagi.

Sebagai informasi, Briptu Mesak Viktor Pulung adalah salah satu anggota Polri dari Satuan Brimob Kompi 3 Batalyon A Pelopor. Anggota tugas pengamanan itu ditemukan tewas secara mengenaskan dalam kamarnya di basecamp PT. WGU Distrik Moskona Selatan Teluk Bintuni.

Korban ditemukan tewas dengan luka bacok di kepala dan leher dalam kamarnya. Pembunuhan berencana bermotifkan pencurian Senjata Api (Senpi) itu, disinyalir berlangsung pada dini hari. Hingga kini, senjata milik korban, yakni AK-101 beserta magasen dan peluru belum ditemukan.

Diduga, pelaku pembunuhan tersebut berjumlah tujuh orang, dimana dua diantaranya berhasil diamankan, yaitu Frans Aisnak dan Pontius Wakom. Sementara lima terduga pelaku lain, yakni YA, MA, IO, TA dan AF masih buron dan ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Papua Barat. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 2 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: