Tertinggi, Kasus Covid-19 Tembus Angka 339 Per Hari di Papua Barat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pertama kalinya kasus Covid-19 di Papua Barat menembus angka 339 kasus per hari. Provinsi ini pun masuk zona berbahaya penyebaran kasus. Virus varian baru Delta diduga sudah masuk daerah Kepala Burung itu.

Juru bicara Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Papua Barat, Arnoldus Tiniap, mengatakan, jumlah kasus Covid-19 di Papua Barat dari hari ke hari terus meningkat. Masyarakat tidak boleh menganggap remeh dengan kasus ini.

”Terjadi lonjakan kasus harian dari 276 pada Minggu, 4 Juli 2021, menjadi 339 kasus pada hari Senin, 5 Juli. Ini  memberi pesan kepada semua pihak, tidak hanya Pemda tetapi seluruh lapisan masyarakat bahwa pandemi Covid-19 makin mengganas di Papua Barat, dan tidak boleh dianggap sepele. Kasus ini sangat berbahaya,” ungkap Tiniap.

Tidak ada cara lain, selain warga mentaati protokol kesehatan, yakni memakai masker secara benar, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas warga.

Menurut Arnoldus, penetapan kebijakan PPKM berbasis dasa wisma RT/RW sudah tepat karena adanya lonjakan kasus baru Covid-19 di lingkungan keluarga dan perkantoran. Klaster keluarga dan kantor jadi ancaman serius virus korona di sejumlah daerah di Papua Barat.

“Kami khawatir klaster keluarga dan perkantoran menjadi penyumbang tertinggi penularan Covid-19 di Papua Barat,” ujarnya.

Arnoldus menyebutkan untuk mendukung upaya pencegahan penularan, maka diperlukan tindakan tegas oleh pemerintah bersama aparat keamanan, TNI-Polri.  Himbauan dan sosialisasi tidak bisa diandalkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 varian baru yang diduga telah masuk ke Papua Barat.

“Harus ada tindakan tegas atau sanksi di tempat bagi warga yang tidak memakai masker. Kalau tidak maka rumah-rumah sakit akan colaps, karena tidak lagi bisa menampung pasien Covid-19,” tegasnya.

Dia juga meminta masyarakat tidak membangun opini miring tentang Covid-19. Virus Covid-19 benar-benar nyata dan mematikan, karena itu masyarakat tidak boleh bersikap remeh. Meremehkan Covid-19 adalah bentuk pelanggaran serius karena hanya memicu terjadi peningkatan kasus baru Covid-19 di Papua Barat.

“Kita harus jaga diri dengan patuh dan disiplin mengikuti prokes.  Hanya dengan itu kita selamat dari bahaya kematian Covid-19,” katanya.

Tertinggi di Teluk Bintuni

Jumlah 339 kasus per hari ini tersebar di 8 kabupaten. Kasus terbanyak di Kabupaten Teluk Bintuni, yakni  118 kasus, menyusul Kota Sorong 79 kasus, Manokwari 47 kasus, Kaimana 45 kasus, Fakfak 30 kasus, Sorong Selatan 8 kasus, Manokwari Selatan 7 kasus, dan terkecil di Raja Ampat 5 kasus.

Dengan adanya penambahan 339 kasus baru Covid-19 itu, maka hingga kemarin kasus aktif Covid di Papua Barat mencapai 2.242 kasus.

Meskipun begitu, data resmi Satgas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Papua Barat melaporkan bahwa Kabupaten Manokwari masih tercatat sebagai penyumbang kasus aktif tertinggi yaitu 1.055 kasus. Kemudian disusul Kabupaten Teluk Bintuni dengan jumlah 371 kasus, melewati Kabupaten Fakfak dengan jumlah 250 kasus dan Kota Sorong 237 kasus. Kabupaten Wondama menyusul dengan jumlah 176 kasus aktif.

Sementara Kabupaten Raja Ampat, Sorong, Kaimana, Sorong Selatan, Manokwari Selatan dan Tambrauw kasus aktif masih di angka dua digit. Jumlahnya kurang dari 60 kasus aktif. Dua kabupaten lain, Maybrat dan Pegunungan Arfak, tidak ada kasus baru Covid-19.

Dengan penambahan 339 kasus baru Covid-19, pada Senin (5/7/2021), maka total pasien Covid-19 di Papua Barat berjumlah 12.012 orang sejak pandemi Covid-19 menyerang daerah itu.

Sementara jumlah pasien sembuh berjumlah 43 orang, tersebar di Kabupaten Kaimana 342 orang, Manokwari 7 orang, dan Raja Ampat 4 orang. Pasien meninggal sudah mencapai 190 orang. (RLS/PB1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: