Berita Utama

Tidak Ada Kampanye pada Hari Minggu

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Untuk menghormati hari keagamaan dan kearifan budaya lokal, KPU, Bawaslu serta dua kandidat atau pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Manokwari menyepakati untuk tidak melakukan kampanye setiap hari Minggu.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Komisioner KPU Manokwari Abdul Muin Salewe kepada wartawan di Manokwari, Selasa (29/9/2020)

“Semua sudah sepakat Minggu tidak dipakai untuk kampanye. Hal ini kami ambil setelah ada kesepakatan bersama antara KPU, Bawaslu dengan dua paslon,” ujar Muin.

Menurut dia, berdasarkan Peraturan KPU, pelaksanaan kampanye pada hari Minggu sebetulnya diperbolehkan. Akan tetapi demi menghargai sesama warga pemilih yang menjalankan ibadah pada hari Minggu, maka kegiatan kampanye pada hari itu ditiadakan.

“Apalagi Manokwari dikenal sebagai Kota Injil,” kata dia.

Muin mengutarakan, dalam kesempatan pertemuan itu pihaknya juga sudah menentukan zona kampanye yang harus dijalankan oleh masing-masing paslon setiap minggunya. Zona yang dimaksud oleh KPU adalah pembagian wilayah dan jadwal kampanye berdasarkan Daerah Pemilihan (Dapil) yang ada di Manokwari sehingga tidak terjadi benturan tempat dan waktu pelaksanaan kampanye dari kedua paslon tersebut.

“Tujuan pembagian zona kampanye tersebut adalah supaya tidak ada tabrakan terkait tempat dan waktu pelaksanaan di lapangan. Misalnya minggu ini Paslon nomor 1 menjalankan kampanye di Dapil 1 dan Dapil 3. Sedangkan Paslon nomor 2 menjalankan kampanye di Dapil 2 dan Dalil 4,” ungkap Muin.

Sementara itu, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Kabupaten Manokwari, Fahry Rafly mengatakan, berdasarkan regulasi terbaru yang termuat dalam PKPU Nomor 13 tahun 2020, pelaksanaan rapat umum dengan melibatkan massa dalam jumlah yang besar pada tahapan kampanye Pilkada serentak 2020 ditiadakan. Sehingga aktivitas kampanye hanya diperbolehkan dengan melakukan tatap muka di dalam ruangan. Jumlah peserta dalam kegiatan tatap muka tersebut juga dibatasi.

“Paling banyak 50 orang yang disesuaikan dengan besarnya ruangan. Kalau kapasitas ruangan tidak mampu menampung 50 orang maka tidak bisa dipaksakan jumlah pesertanya harus 50 orang,” kata dia.

Adapun tahapan pelaksanaan kampanye berlangsung pada 26 September 2020 hingga 5 Desember 2020. Sementara waktu pelaksanaannya dimulai dari pukul 09.00 hingga pukul 17.00 WIT. (PB25)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 30 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.