Berita Utama

Tingkat Kelulusan SMK Negeri 2 Manokwari 97 Persen

Regina A. Wutoy

MANOKWARI, PB News – Hari pengumuman kelulusan memang sangat ditunggu-tunggu bagi siswa-siswi SMA/SMK sederajat di Indonesia.

Pantauan Koran ini, siswa-siswi yang lulus SMA/SMK sederajat di Kabupaten Manokwari melakukan aksi konvoi untuk merayakan kelulusannya, Kamis (3/5).

Kepala SMK Negeri 2 Manokwari, Regina A. Wutoy mengatakan tingkat kelulusan di SMK Negeri 2 Manokwari untuk tahun ajaran 2017/2018 mencapai 97,68 persen dari total siswa 251 siswa.

“Untuk 2,32 persen yang tidak lulus, karena tidak mengikuti ujian dan mengundurkan diri tanpa keterangan,” ujarnya kepada Papua Barat News, Kamis (3/5) di ruang kerjanya.

Dia mengharapkan siswa-siswi yang sudah menyelesaikan proses belajar selama tiga tahun agar bisa melanjutkan ke perguruan tinggi atau membuka lapangan kerja sendiri sehingga bisa memajukan perkembangan Kabupaten Manokwari.

“Kami (SMK Negeri 2, red) sudah memberikan bekal kepada siswa-siswi agar lulusan dari SMK Negeri 2 Manokwari bisa berwirausaha dan membuka lapangan kerja sendiri karena mereka sudah berkompeten dibidangnya sesuai moto ‘SMK BISA’ ,” harapnya.

Regina menjelaskan bahwa pihak sekolah juga sudah melakukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai perusahaan antara lain Trakindo, Freeport dan Pabrik Semen Maruni.

“Pdasarnya kami sudah MoU dengan beberapa perusahaan terkait Praktek Kerja Lapangan (PKL) maupun penerimaan tenaga kerja dari lulusan SMK Negeri 2 Manokwari. Beberapa perusahaan biasanya menarik siswa-siswi yang berketerampilan pada saat PKL dan pada saat lulus sekolah langsung bekerja diperusahaan tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam pembinaan siswa-siswi SMK Negeri 2 Manokwari, sekolah mempunyai program Teaching Factory dimana program ini kami kembangkan agar siswa-siswi bisa mandiri berwirausaha dengan dimodali dari sekolah.

“Sekolah juga bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk menggunakan alumni sekolah dalam program peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Saat ini yang sementara berjalan yakni pada jurusan pengelasan dan listrik,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data base pendidikan, pengangguran tertinggi merupakan hasil lulusan SMA/SMK. (PB18)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.