Berita Utama

Tingkatkan Kompetensi Guru SD, Dikbud Manokwari Gelar Pelatihan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Manokwari terus menggenjot mutu dan kualitas guru. Kali ini Dikbud menggelar pelatihan peningkatan kompetensi guru sekolah dasar (SD). Diklat tersebut diikuti oleh 50 guru SD se-Kabupaten Manokwari.

Menurut Kadis Dikbud Kabupaten Manokwari Barnabas Dowansiba pelatihan tersebut bertujuan untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk pendidikan yang tuntas dan berkualitas.

Pelatihan kali ini difokuskan pada sosialisasi revisi Kurikulum 2013 (K13), terutama sejumlah perubahan mendasar dalam pelaksanaan K13 sebelum diterapkan sepenuhnya di seluruh SD.

“Ada beberapa hal yang berubah terkait revisi K13, salah satunya adalah materi Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dimasukan ke semua mata pelajaran sekarang dikembalikan lagi pada mata pelajaran Agama. Dan PKN yang ditambahkan jam belajarnya,” terang Dowansiba.

Dengan diberlakukannya perubahan tersebut, kata Dowansiba, diperlukan penyamaan persepsi bagi semua guru, karena hampir semua sekolah mulai mererapkan K13.

“Revisi ini kita sosialisasikan agar pelaksanaan K13 yang lama belum dilaksanakan terlalu jauh,” tambah Dowansiba.

Dinas Dikbud Kabupaten Manokwari  terus mendorong seluruh sekolah menggunakan K13 sebagai acuan belajar dan tidak lagi menggunakan KTSP.

“Paling tidak, ada 3 aspek besar yang harus bisa disampaikan guru pada anak didiknya; sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Juga dengan pengembangan daya nalar sehingga tidak bisa jika pola pengajaran saat ini hanya soal hafalan semata,” tandasnya.

K13 Diklaim Unggul dari Segi Konten

Secara terpisah, Kepala Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Totok Suprayitno mengatakan K13 pada dasarnya sudah mulai diterapkan sejak 2015 namun belum secara keseluruhan.

Setiap tahun ajaran baru penerapan K13 dilakukan terus menerus sampai pada 2019 mendatang perangkat mata pelajaran itu bisa diterapkan secara komprehensif.

“Untuk penerapan kurikulum 2013 tahun ajaran 2018 sudah dipersiapkan. Guru-gurunya dipanggil, disosialisasikan untuk dikenalkan dan tahun depannya (2019) seluruh sekolah bisa menerapkan itu,” ujar Totok.

Menurut Totok menyiapkan pengajar untuk melaksanakan K13 tidak bisa hanya dengan sekali sosialisasi. Guru perlu melakukan pengembangan diri agar implementasi penerapan kurikulum 2013 sempurna.

Totok mengatakan dalam K13 semangat yang ingin diterapkan adalah membekali anak-anak dengan kemampuan komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, sampai pembekalan kreatifitas untuk menghadapi persaingan abad 21.

“Guru tidak bisa lagi mendikte, meminta anak-anak menerapkan rumus-rumus untuk menyelesaikan persoalan dari buku teks. Anak perlu dibekali konsep mendalam sehingga dalam memecahkan persoalan sehari-hari bisa diturunkan dari konsep tadi,” jelas dia. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.