Berita Utama

Tingkatkan PAD, Bapenda Pasang Alat Perekam Transaksi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Manokwari melakukan pemasangan alat perekam transaksi kepada objek pajak guna memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).  Pemasangan alat perekam transaksi berupa transaski manual device (TMD) dan manual proses online system (Mpost)

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Bapenda Manokwari, Umrah Nur mengatakan, pemasangan alat perekam transaksi ini guna mengoptimalkan PAD, khususnya pajak restoran, hiburan dan hotel.

Lanjut Umrah, jika menggunakan Mpost, mereka (objek pajak.red) harus menginput ke aplikasi transaski yang terjadi pada hari itu. Sedangkan kalau menggunakan TMD otomatis membaca transaksi yang terjadi.

Sejak adanya alat perekam transaksi tersebut, kata Umrah pihaknya sangat terbantu karena bisa mengetahui omset penjualan dari masing-masing objek pajak yang telah terpasang alat.

Adapun alat yang telah terpasang dalam tahap pertama, pada Oktober 2019 sebanyak 60 unit, khususnya untuk objek pajak yang besar, salah satunya hotel.

“Tahun kemarin karena dengan adanya Covid-19 sehingga barang tidak bisa dikirim sehingga kita tunda dan baru bisa merealisasikannya di tahun 2021 ini. rencananya awal Maret alatnya sudah datang,” terang Umrah.

Dikatakannya, selama ini belum semua wajib pajak memberikan laporan kepada Bapenda pada saat pembayaran pajaknya.

“Mereka tidak melakukan pencatatan sehingga kami dibantu Bank Papua untuk mempermudah,” bebernya.

Ungkap Umrah, pihaknya kembali menyurati wajib pajak pada Selasa (16/2) kemarin bahwa pihakanya akan memberikan alat transaksi di tempat usaha mereka.

“Kemarin (Senin.red) kami telah membagi 40 surat hari ini (Selasa.red) sekira 50 surat khusus wilayah kota. Dalam waktu dekat juga akan menyisir wilayah Arfai sebanyak sekira 20 wajib pungut pajak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Bapenda Manokwari, Muhammad Irwanto menuturkan, pihaknya mendapat bantuan alat perekam transaksi dari Bank Papua sebanyak 124 alat, terdiri dari transaski manual device (TMD) sebanyak 12 unit dan manual proses online system (Mpost) sebanyak 112 unit.

“Kami identifikasi mana yang bisa dipasang TMD dan mana yang bisa dipasang Mpost,” tuturnya, Selasa (16/2/2021).

Ia menjelaskan, alat perekam transaksi itu sebelumnya akan dipasang tahun lalu, namun terhambat karena Covid-19 yang mempengaruhi ekonomis sehingga pajak pun ikut terpengaruh, sehingga pihaknya menunda dan baru dapat dilakukan pemasangan pada awal tahun ini.

“Setelah kita melihat pada bulan Oktober-Desember sepertinya pajak sudah mulai tumbuh kembali dan kita mulai melakukan pemasangan di awal Januari dan Februari ini. Rencananya sampai April, tergantung Bank Papua jika memberikan lebih cepat maka cepat juga dipasang,” jelasnya

“Sebagai tahap awal, kita melihat potensi dan memberikan informasi kepada wajib pungut pajak bahwa kita akan memasang alat perekam transaksi. Mulai dari proses edukasi kepada wajib pungut pajak sampai proses pungutannya,” imbuhnya.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 17 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.