Tingkatkan Pelayanan, PDAM Akan Tambah Sumber Air

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Manokwari akan menambah sumber air yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat. Hal ini merupakan upaya guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Manokwari, khususnya bagi yang belum terlayani.

Proses pembangunan sumber mata air tersebut pun tengah dalam pengerjaan, yakni di wilayah sungai Pami Distrik Manokwari Utara. Sumber tersebut rencananya akan digunakan untuk melayani air bersih di wilayah Amban dan sekitarnya.

“Sudah ada pengerjaan dan sementara lagi dibangun, dari PUPR Papua Barat. Pembangunannya di daerah Pami, sumbernya diambil dari sungai Pami,” terang Kabag Teknik PDAM Manokwari, Oni Sesa, belum lama ini.

Dikatakan Ini, tempat tersebut dulunya juga pernah difungsikan, namun diakhirnya ditutup pasca terjadinya kecelakaan kerja dan saat ini tempat tersebut akan digunakan kembali.

“Dulu sungai itu pada tahun 1990-an juga pernah dimanfaatkan. Sudah pernah difungsikan, tetapi karena ada kecelakaan dimana ada beberapa teman kita meninggal dalam sumur tersebut sehingga sumur tersebut ditutup dan mulai dibangun kembali yang baru,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan sumber air bersih tersebut dapat segera rampung ditahun ini, sehingga tahun depan sudah bisa digunakan untuk melayani masyarakat wilayah Amban dan sekitarnya,” harapanya.

Sedangkan untuk wilayah Manokwari Timur, diungkapkan Oni, pihaknya memiliki beberapa sumber sebanhak sekira tiga sumber dengan kapasitas kisaran satu liter per detik. Mengingat daerah yang tadinya hutan dan saat ini telah dijadikan kebun masyarakat. Sehingga sumber-sumber air yang bisa melayani warga di sekitar pelabuhan dan sekitar rumah sakit belum bisa terlayani.

“Yang kita manfaatkan hanya untk kantor lembaga (lapas). Dari tiga sumber hanya satu yang difungsikan,” ungkapnya.

Pihaknya sempat berniat untuk menambah, tetapi karena dilokasi sumber tersebut sudah digunakan untuk berkebun sehingga penyimpanan airnya sudah tidak seperti dulu.

“Debitnya sudah turun. Panas satu minggu saja langsung kering. Sama halnya dengan dua sumber yang ada di daerah Rendani, kalau musim panas sumbernya juga kering. Daerah yang tadinya bisa melindungi sumber akhirnya sekarang sudah kosong semua. Yang tadinya hutan lindung sekarang menjadi pemukiman, bagaimana mau ada air,” pungkasnya. (PB19)

**Berita ini Telah terbit di Harian Papua Barat News edisi Senin 25 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: