Berita Utama

TPA Butuh Sanitary Landfill Baru

MANOKWARI, papuabaratnews.co Tempat Pembuangan Akhir (TPA) membutuhkan sanitary landfill (kolam sampah) yang baru mengingat kondisi kolam sampah di TPA yang semakin penuh.

“Kolam yang ada saat ini sekitar 2-3 bulan sudah penuh menggunung. Kita berharap tahun depan ada kolam baru,” kata Kepala Bidang (kabid) Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari, Maklion Ayatanoi saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).

Ayatanoy mengungkapkan, selain sanitary landfill, fasilitas pendukung lain juga dibutuhkan yakni jembantan timbang. Untuk itu, pihaknya tengah mengupayakan mengajukan permintaan kebutuhan urgent tersebut ke tim TAPD agar dapat terjawab tahun depan. Karena jika permasalahan tersebut dibiarkan maka akan menjadi persoalan di tahun depan.

“Sekalipun ada operasional tetapi sampahnya mau ditampung dimana. Pasti akan terhambur, harus digali. Itupun tidak asal menggali saja, harus memperhatikan limbah (air) sampah itu masuk ke penampungan limbah agar tidak mencemari lingkungan,” jelasnya.

Sanitary Landfill merupakan sistem pengelolaan sampah menggunakan cara pembuangan sampah dengan menumpuknya di lokasi yang cekung. Sampah yang dibuang dan ditumpuk kemudian dipadatkan dan ditimbun dengan tanah. Sedangkan Jembatan Timbang ini berfungsi sebagai pengukur volume sampah per hari yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Karena belum mempunyai jembatan timbang, kata Ayatanoi sejauh ini sampah yang masuk ke TPA hanya dihitung berdasarkan kubikasi. Dimana dalam satu hari sampah yang masuk sebanyak sekitar 1.176 meter kubik per hari.

“Sedangkan perhitungan sampah harus dalam bentuk Ton. Untuk mendapat hasil itu harus dirubah, saya juga meminta untuk harus ada jembatan timbang. Karena satu bak amrol dan satu bak amrol batu itu kubikasinya sama tetapi beratnya berbeda. Maka perlu adanya jembatan timbang ,” paparnya.

Maklion menyebutkan, pihaknya membutuhkan tambahan anggaran sekira Rp. 5 Miliar guna menjawab kebutuhan tersebut ditahun depan.

“Untuk jembatan timbang berkisar Rp. 1 Miliar, kolam (sanitary landfill) sekitar Rp. 4 Miliar,” sebutnya.

Selain itu, kedepan pengangkutan sampah akan semakin diperluas, hingga wilayah Manowkari Utara dan Warpramasi. Untuk itu pihaknya membutuhkan sebanyak 10 armada truk sampah baru, dimana 2 dumtruck ke arah Pantura dan 3 truk amrol ke arah Prafi. Sedangkan 5 truk lainnya untuk mengganti truk sebelumnya yang telah rusak, dimana perawatannya lebih mahal dibanding pemanfaatannya.

“Harus menjadi perhatian khususnya bagi tim TAPD untuk bisa menjawab persoalan ini, terlepas dari operasional,” tutupnya. (PB19)

** Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.