Berita Utama

Transportasi Sumbang Inflasi Terbesar di Papua Barat

MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua Barat menyebut kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi paling besar yaitu 0,9694 persen. Bahkan transportasi udara memberikan andil inflasi tertinggi, lebih besar dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya.

Koordinator Fungsi Statistik dan Distribusi BPS Papua Barat, Lasmini mengatakan tingkat inflasi di Papua Barat pada Juli 2022 sebesar 1,11 persen secara month to month (mom) dan sebesar 2,97 persen secara year on year (yoy).

“Inflasi di Papua Barat mengalami peningkatan di Juli 2022, dimana pada Juni 2022 sebesar 0,46 persen naik menjadi 1,11 persen,” ungkap Lasmini dalam press conference di Aula BPS Papua Barat, Manokwari, Senin (1/8/2022).

Lasmini menjelaskan, pantauan BPS untuk inflasi gabungan di Papua Barat kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil inflasinya sebesar sebesar 0,9694 persen.

Kemudian sambung Lasmini, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi kedua di Papua Barat terjadi di kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dimana andil inflasinya sebesar 0,0762 persen.

“Untuk di Manokwari kelompok pengeluaran ini tidak memiliki andil, sedangkan di kota Sorong masuk pada terbesar ke tiga dengan andil sebesar 0,085,” jelas dia.

Sementara untuk kelompok pengeluaran penyumbang inflasi ketiga di Papua Barat yakni makanan, minuman dan tembakau. Untuk kota Sorong pada kelompok pengeluaran ini andil infasinya sebesar 0,3165 persen.

“Sementara di Manokwari untuk kelompok pengeluaran terbesar kedua terjadi di kelompok peralatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,2154 persen.

Dia menjelaskan, secara komoditas, angkutan udara memberikan andil inflasi terbesar. Dengan rincian, kota Sorong sebesar 0,8119 persen dan Manokwari andil infasinya sebesar 1,4452 persen.

“Komoditasnya angkutan udara menjadi penyumbang inflasi tetinggi di Papua Barat,” jelas Lasmini.

Dia melanjutkan, komoditas lain penyumbang inflasi di Manokwari adalah bawang merah dengan andil inflasinya sebesar 0,1862 dan kota Sorong sebesar 0,2573 persen.

“Tingginnya curah hujan di daerah produsen bawang merah menyebabkan produksinya menururun sehingga berpengaruh kepada harga,” katanya.

Sementara untuk komoditas penyumbang inflasi ketiga, untuk Manokwari buah pinang menyumbang inflasi sebesar 0,1535, sedangkan di kota Sorong adalah kangkung sebesar 0,0965 persen.

“Untuk komoditas penyumbang inflasi keempat di Manokwari adalah sirih sebesar 0,0443 dan Sorong adalah cabai rawit sebesar 0,0956 persen,” Lasmini menjelaskan.

Adapun untuk lima komoditas penyumbang deflasi, untuk Manokwari adalah ikan cakalang, ikan ekor kuning, tomat, ikan mumar dan kangkung. Sementara untuk kota Sorong adalah tomat, ikan ekor kuning, ikan tongkol, ikan kembung dan minyak goreng.

“Pada bulan Juli 2022 tidak ada kota yang mengalami deflasi, namun ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga,” jelas dia.

Disebutkan, dari 21 kota inflasi di Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua), Manokwari berada di peringkat ke-16 dan Kota Sorong berada di peringkat ke-7. (PB23)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.