Truk ODOL Picu Kerusakan Jalan Raya

MANOKWARI – Aktivitas truk over dimension and over loading (ODOL), menjadi salah satu faktor rusaknya ruas jalan raya di Provinsi Papua Barat.  Selain itu, truk ODOL berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Kepala Seksi Preservasi Jalan dan Jembatan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Barat, Suraji, mengatakan, beban maksimal jalan raya nasional adalah 10 ton. Bilamana jalan itu kerap dilalui kendaraan bertonase besar dengan muatan melewati batas ketentuan, maka kualitas jalan mengalami penurunan.

“Banyak yang lebih sampai 15 ton. Akibatnya pondasi jalan goyang, jalan retak, kemudian lubang dan hancur,” ujar dia saat ditemui awak media di Jembatan Timbang Kabupaten Manokwari, Kamis (10/3/2022) siang.

Dengan adanya operasi gabungan, BPJN akan memperingati pemilik kendaraan agar patuh terhadap aturan. Upaya sosialisasi kepada seluruh penyedia jasa truk, sudah dilakukan di Manokwari dan Sorong.

“Sosialisasi belum dilakukan ke seluruh wilayah di Papua Barat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penyelenggaraan jalan raya diatur oleh Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Melalui regulasi tersebut, BPN selaku penyelenggara jalan akan melakukan kegiatan seperti, pengaturan, pembinaan, pembangunan hingga pengawasan jalan.

“Aturan soal muatan lebih kendaraan yang melintasi jalan raya juga diatur dalam Instruksi Menteri PUPR Nomor 2 Tahun 2022,” kata Suraji.

Kepala Satlantas Polres Manokwari IPTU Subhan Ohoimas, menambahkan, selain kerusakan jalan raya, operasional truk ODOL juga berimbas pada kerusakan jembatan, menimbulkan kecelakaan lalu lintas dan usia kendaraan tersebut berkurang atau mudah rusak. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: