Berita UtamaInforial

Tunggakan Gaji Guru Honorer Dibayarkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sebanyak 1.839 orang guru honorer Provinsi Papua Barat akhirnya menerima gaji yang sudah tertunggak selama 9 bulan, sejak Januari hingga September 2020.

Anggaran yang dialokasikan untuk membayar tunggakan gaji guru honorer itu mencapai Rp 37.577.100.000 (tiga puluh tujuh miliar lima ratus tujuh pulih tujuh juta seratus ribu rupiah).

Kepala Bidang Tenaga Pendidikan dan Penyelenggara Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Sudjati Kamat mengatakan,  pembayaran gaji 1.839 guru honorer itu telah dilakukan melalui 5 bank yang menjadi bank penampung yakni Bank Mandiri, BNI,  BPD,  BRI dan Bank Papua.

“Gaji guru honorer yang tunggak selama 9 bulan, hari ini mulai kita transfer melalui Bank penampung untuk dilanjutkan ke pihak sekolah,” ujarnya di Manokwari, Senin (5/10/2020).

Sudjati menyebut, gubernur telah merestui alokasi anggaran untuk membayar tunggakan upah guru honorer selama 9 bulan terhitung dari Januari sampai September 2020. Sementara untuk Oktober, November dan Desember akan dibayarkan pada awal Desember 2020.

“Kita bayarkan untuk 9 bulan dulu, nanti 3 bulan terakhir dibayarkan pada awal Desember,” urainya.

Dia menyatakan mekanisme pembayaran gaji yang tertunggak  melalui sekolah. Penyaluran melalui Kas Daerah (Kasda) diterima oleh 5 Bank Penampung yang digunakan oleh sekolah dan dikirim ke rekening sekolah.  Pihaknya optimis, penyaluran bagi 122 SMA, dan 53 SMK dan 3 SLB yang dikelola oleh Pemprov Papua Barat ditargetkan selesai pada Rabu (7/10/2020).

“Untuk sekolah-sekolah yang menggunakan Bank BNI, hari ini sudah dapat dicairkan karena data sekolah penerima sudah ada di Bank,” sambung Sudjati.

Ia merinci jumlah besaran gaji guru honorer di sesuaikan dengan tingkat pendidikan. Dia merinci, untuk lulusan S1 besaran gaji mencapai Rp 2.300.000,00/bulan, sementara D3 menerima Rp 2.150.000,00 dan untuk lulusan SMA/SMK sebesar Rp 2.050.000,00. Karena itu,  kepala sekolah diminta menggunakan anggaran yang ada sesuai kebutuhan operasional di sekolah. Dia mengakui, seorang guru honor dapat menerima gaji sampai Rp 18.000.000,00 (delapan belas juta), dari jumlah tunggakan selama 9 bulan.

“Biaya yang selama ini digunakan untuk mengaji guru honorer bisa dikembalikan dari dana yang ditransfer hari ini,  karena itu kepala sekolah harus mengaturnya dengan baik,” terangnya.

Dinas mengungkapkan, pembayaran gaji tenaga guru honorer tidak diberikan langsung ke rekening masing-masing guru karena adanya tugas mengajar ganda. Terdapat guru yang harus mengajar di dua atau tiga sekolah untuk memenuhi jam kerja sesuai tuntutan sertifikasi berdasarkan standar kurikulum yang berlaku saat ini. Dia menambah sebagian guru honorer yang saat ini telah lolos seleksi CPNS formasi 2018 tetap menerima gaji 9 bulan tunggak.

“Seluruh guru honorer di Papua Barat menerima,  bahkan yang telah lolos CPNS tahun ini,” tandasnya.

Sementara terkait besaran dana yang diterima masing-masing Bank berbeda,  di antaranya, Bank Mandiri sebesar Rp 2.025.000.000,00, BNI senilai Rp 12.375.600.000,00, serta BPD Rp 9.146.100.000,00, dan BRI sebesar Rp 13.926.900.000,00. Ditambah Bank Papua sebesar Rp 103.500.000,00, dari total seluruhnya sebesar Rp 37.577.100.000,00.

“Besaran dana melalui Bank penampung disesuaikan dengan bank yang digunakan oleh sekolah,” pungkasnya. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 6 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.