Berita Utama

Tuntut Keadilan, Ratusan Perawat Kepung PN Manokwari

MANOKWARI, PB News – Aksi solidaritas kembali disuarakan, kali ini ratusan perawat yang tergabung dalam Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) berunjuk rasa di gedung Pengadilan Negeri Manokwari, Rabu (25/4).

Aksi solidaritas ratusan perawat perwakilan dari Puskesmas se-Manokwari dan RSUD Manokwari ini untuk mendukung rekan perawat yang digugat Perdata ke PN Manokwari, karena dituding telah melakukan malpraktek di RSUD Manokwari beberapa waktu lalu.

Hal itulah yang membuat ratusan perawat geram sehingga turun menyuarakan keadilan yang menurut mereka dugaan malpraktek tersebut yang menjerat rekan perawat tidak sesuai dengan realita.

Pantauan media ini, Datang dengan seragam putih lengkap dan tutup mulut dengan masker, para perawat itu melaksanakan aksi damai sambil membawa spanduk dan aksi pungut koin.

Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Santi Makabori saat ditemukan ditengah aksi unjuk rasa itu mengatakan aksi ini murni dilakukan untuk memberikan dukungan moril kepada rekan perawat yang diduga melakukan malpraktek

“Pada prinsipnya kami semua hadir disini untuk mendukung teman kami yang diduga bermasalah, sehingga kami bangkit untuk membela teman kami yang tidak bersalah itu untuk mendapatkan peradilan yang seadil adilnya” ujar Santi

Menurut Makabori permasalahan dugaan malpraktek tersebut membuat citra perawat telah dicederai dengan tudingan miring dari berbagai kalangan mnsyarakat, terutama  melalui media sosial sehingga dengan atas dasar rasa solidaritas ini ratusan perawat SRUD Manokwari serta dari Puskesmas pun ikut berpartisipasi turut menyuarakan tudingan yang tidak sesuai.

“Kami merasa sebagai perawat selalu direndahkan di mata masyarakat, Kami tidak mau seperti itu, sehingga kami semua bangkit membela teman kami yang tidak bersalah untuk mendapat keadilan seadil-adilnya,” tegasnya.

Senada dengan Makabori, Koordinator Aksi sekaligus Sekretaris PPNI Mikhael Osok mengatakan aksi tersebut didorong oleh adanya solidaritas serta wujud dari kekompakan dan kebersamaan seluruh perawat yang ada di Manokwari.

“Aksi ini dilakukan karena solidaritas seluruh perawat yang ada di manokwari, sehingga dokter AH harus menyadari bahwa selama ini dia bukan bekerja sendiri, tetapi dia dibantu perawat yang menjadi mitra kerja bersama selama ini,” ujar Mikhael.

Menurut Mikhael, yang disesalkan para perawat bahwa selama ini dokter AH merupakan mitra kerja mereka di RSUD. Namun kenyataannya saat ini dokter AH mempolisikan dan menggugat RSUD serta oknum perawat di PN Manokwari.

Dalam aksi ini, kata Osok, dokter AH menduga adanya malpraktek yang dilakukan rekan perawat di RSUD Manokwari terhadap anaknya. Padahal secara fakta tak ada malpraktek, namun kenapa harus dibawa hingga dipersidangkan.

“Aksi demo ini murni dan solidaritas dari seluruh perawat di Manokwari, bahkan tidak ada dukungan dan dorongan tertentu agar aksi ini dilakukan, namun karena solidaritas dan kekompakan maka perawat harus turun kesini,” tegas Osok.

Dirinya menegaskan kembali bahwa, aksi ini sangat murni dan bukti kuat atas dukungan moril kepada perawat yang digugat ke PN, sebab selama ini perawat sudah bekerja sesuai dengan perintah dan petunjuk SOP di RSUD Manokwari.

Kuasa Hukum Pemda Manokwari, Jimmy Ell yang ditemui di halaman PN menjelaskan, sidang sudah berjalan dua kali, namun terkait dengan gugatan dokter AH kepada perawat, tentu Pemda Manokwari muncul penilaian bahwa pemda tak rasional dan kooperatif dalam menanggapi persoalan ini.

Jimmy Ell mengatakan, kalau penasehat hukum tak menanggapi persoalan tersebut adalah sangat keliru. Sebab pada sidang sebelumnya kuasa hukum belum menerima kuasa hukum dari pemda, sehingga sidang pertama tak hadir untuk mendampingi para tergugat.

“Artinya secara administrasi kami tidak punya hak untuk mendampingi klein kami tanpa surat kuasa. Bahkan pada saat sidang kedua kuasa hukum tidak menandatangani panggilan sidang sehingga berdasarkan aturan dan hukum acara perdata orang yang tidak memiliki kuasa hukum tidak bisa damping klien,” jawabnya.

Menurutnya, saat sidang berlangsung kuasa hukum sudah datang, namun sudah selesai sidang. Artinya majelis hakim tak bisa melaksanakan sidang tanpa kuasa hukum. Meski sidang perdana tanpa didampingi kuasa hukum, namun sidang kali ini kuasa hukum turun dengan kekuatan penuh mendampingi para tergugat karena sudah mendapat surat kuasa.

Kata dia lagi, meski terkendala administrasi untuk kuasa hukum, namun persoalan ini pemda sangat responsif terhadap pelayanan kesehatan atau keselamatan manusia, maka pada persidangan nanti akan melihat gugatan penggugat memenuhi syarat atau dikabulkan oleh hakim ataukah ditolak nantinya.

Langkah yang diambil oleh kuasa hukum pemda kepada kuasa hukum penggugat agar diselesaikan secara damai, namun permintaan dari penggugat melalui kuasa hukum tidak rasional.

“Kenapa demikian, masa hanya perjalanan berobat Manokwari ke Jakarta saja minta ganti rugi Rp. 3 miliar, artinya itu menjadi pertanyaan kami sekarang ini,” tanya Jimmy Ell.

Untuk kabulkan permintaan penggugat, maka Jimmy Ell mengatakan bahwa pihaknya siap mengikuti proses ini. Sebab mendampingi persoalan ini dilengkapi 2 penasehat hukum, baik untuk kuasa hukum rumah sakit dan pemda Manokwari.

Persoalan ini, jelas Jimmy Ell ada dua tuntutan, yakni perdata dan pidana. Namun sampai saat ini sebagai pihak terlapor belum mendapat laporan atas kasus pidananya.

Akan tetapi pada prisipnya kuasa hukum siap ketika penyidik memanggil mereka, namun sebaliknya kuasa hukum Pemda Manokwari akan menyeret oknum dokter AH ke ranah hukum, apabila ada jawaban pasti dari sidang perdana ini, sebab kalau berbicara hukum pidana, maka siapa yang turut melakukan akan mendapatnya. Sebab pihaknya mendapati fakta lapangan sesuai saksi, maka bisa saja ada keterkaitan dengan dokter AH. (PB17)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.