Ujung-ujungnya ke Ganjar Juga

JAKARTA – Sejumlah pengamat politik memperkirakan peluang Ganjar Pranowo menjadi calon presiden bakal menguat di lingkup internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Tengah tersebut dinilai akan membuat PDIP tak punya pilihan lain untuk menunjuknya karena partai berlambang banteng bermoncong putih itu juga punya kepentingan guna memenangi Pemilihan Umum 2024. “Kalau tidak melirik Ganjar, siapa lagi yang punya elektabilitas tinggi dari PDIP selain dia (Ganjar),” kata peneliti senior dari Populi Center, Usep S. Ahyar, Rabu (18/1/2023).

Usep mengatakan PDIP harus berhati-hati mempertimbangkan kandidat yang akan mereka usung dalam pemilihan presiden 2024. Berdasarkan hasil survei Populi Center pada Oktober 2022, sebanyak 27,5 persen dari 1.200 responden berharap Ganjar menjadi calon presiden. Ganjar mengungguli lima tokoh lain, yakni secara berturut-turut Anies Rasyid Baswedan, Prabowo Subianto, Andika Perkasa, Puan Maharani, dan Airlangga Hartarto.

Ketika dihadapkan dengan Anies Baswedan dan Prabowo, masih dalam survei yang sama, elektabilitas Ganjar juga menjadi yang tertinggi, yakni 29,7 persen. Kala itu, Populi Center juga mencatat tren kenaikan elektabilitas Anies selepas dideklarasikan sebagai bakal calon presiden oleh Partai NasDem. “Kalau tren survei, memang elektabilitas Puan jauh sekali di bawah Ganjar,” kata Usep. “Megawati dan Puan juga nanti ke Ganjar,” imbuh Usep.

Penentuan calon presiden dari PDIP cukup pelik. Di satu sisi, Usep menilai adanya keinginan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melanjutkan trah Sukarno di partainya. “Itu ada di Puan, tapi Megawati juga memahami bahwa di akar rumput pilihan ada di Ganjar,” ujarnya.

Menurut dia, seandainya Megawati memilih Ganjar, tak berarti trah Sukarno di PDIP bakal luntur. Sebab, Megawati masih bisa mewariskan kepemimpinan partainya kepada Puan, putrinya yang saat ini juga menjabat Ketua Dewan Pimpinan Partai (DPP) PDIP. “Tinggal dibuat kesepakatan saja. Sebab, berat jika mau memaksakan Puan untuk maju,” ucap Usep.

Usep S. Ahyar mengatakan keputusan Megawati untuk memilih atau tidak memilih Ganjar saat ini tengah ditunggu sejumlah partai politik. Termasuk di antaranya yang paling bergantung pada keputusan PDIP adalah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), yang dibentuk Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.

Usep menilai KIB sebenarnya belum permanen dan amat bergantung pada keputusan PDIP. “Kalau PDIP mendukung Ganjar, bisa jadi KIB akan merapat. Semua masih menunggu PDIP,” kata Usep. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: