Berita Utama

Upaya Pemerintah Menstabilkan Harga

JAKARTA – Ditanya perihal kesenjangan pemulihan ekonomi antara masyarakat menengah ke atas dan menengah ke bawah, Pelaksana tugas Deputi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator Perekonomian, Ferry Irawan, mengatakan pemerintah telah melakukan beberapa upaya untuk mempercepat pemulihan pada kelas menengah ke bawah, terutama yang terkena dampak pandemi.

Upaya tersebut, ucap dia, antara lain, menjaga daya beli dengan memastikan kestabilan harga melalui kebijakan pengendalian inflasi dan optimalisasi program perlindungan sosial, termasuk pasca-kenaikan harga energi.

Menurut Ferry, pemerintah juga berupaya meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program peningkatan kapasitas usaha dan akses terhadap pembiayaan UMKM serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Secara keseluruhan, pada 2023, Kementerian Keuangan memiliki anggaran untuk perlindungan sosial sebesar Rp 479,1 triliun. Pemerintah juga menggulirkan tujuh program bantuan sosial atau bansos, yakni Program Keluarga Harapan, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa, Program Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Program Indonesia Pintar Kementerian Agama.

Pakar ketenagakerjaan yang juga guru besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Tadjuddin Noer Effendi, menyebutkan pemerintah perlu mengevaluasi berbagai program yang telah dilaksanakan tersebut. Musababnya, secara statistik, penurunan angka kemiskinan pasca-pandemi tidak signifikan. Padahal pemerintah telah menggelontorkan banyak anggaran, khususnya untuk berbagai jenis bantuan sosial.

“Artinya, kontribusi bantuan sosial untuk penurunan kemiskinan ada, tapi kecil. Kelemahan pemerintah adalah jarang sekali mengevaluasi keberhasilan suatu program,” ia mengungkapkan. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.