Berita Utama

Usai Mencoblos, Markus Waran-Wempi Rengkung Mengaku Lega

MANSEL, papuabaratnews.co — Pasangan Calon Bupati Kabupaten Manokwari Selatan Markus Waran dan Wakil Bupati Wempi Rengkung (Mawar) menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berbeda.

Markus Waran menggunakan hak pilihnya di TPS 05 Kampung Abreso, Distrik Ransiki, sementara Wempi Rengkung di TPS 01 Kampung Sidomulyo, Distrik Oransbari.

Usai mencoblos, pasangan petahana tersebut mengaku lega. Markus Waran yang ditemui di kediamannya di Ransiki mengatakan, usai tahapan panjang dalam proses Pilkada, akhirnya dirinya bisa merasa lega usai melakukan pencoblosan.

“Selama proses tahapan demi tahapan Pilkada ini cukup merasa lelah. Hari ini pencoblosan sudah lega. Semua tanggung jawab sudah selesai terlaksana,” tuturnya,  Rabu (9/12/2020).

Dia berharap ke depan, elit politik di Mansel mampu memberikan edukasi politik yang baik kepada masyarakat.

“Mari sesama elit politik, kita berikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. Mansel ini kabupaten baru, jadi awal perpolitikan ini harus kita padukan bersama,” ujarnya.

Waran kemudian berterima kasih kepada seluruh masyarakat Mansel yang telah memilih dirinya dalam pesta demokrasi ini. Tak lupa juga dia mengingatkan, para pendukung Mawar jilid II ini untuk tetap menjaga protokol kesehatan dan tidak tenggelam dalam euforia yang berlebihan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang berada di 57 kampung dan 6 distrik yang sudah memberikan kepercayaan dan mendukung kembali Mawar Bab II. Saya harap rasa atas kemenangan ini, jangan kita rayakan dengan euforia di tengah pandemi Covid-19 ini. Mari kita sama-sama patuh dan taat pada protokol kesehatan,” ungkapnya.

Senada, Calon Wakil Bupati Wempi Rengkung saat ditemui di kediamannya di Oransbari juga merasa lega usai hari pencoblosan. Menurut dia, semua tahapan menuju Pilkada ini merupakan perjuangan panjang dan cukup menguras energi.

“Sejak pendaftaran, masuk penetapan masih juga dihadang berbagai tantangan. Selain itu ada juga kelengkapan-kelengkapan terkait partai politik. Ada calon juga yang turut mendaftar, merasa juga memenuhi persyaratan. Sehingga ada proses penundaan yang dilakukan Bawaslu. Namun pada kesempatan selanjutnya juga dokumen pendaftaran calon tersebut tidak diterima. Ini tentu bukan kehendak kami, tapi karena peraturan. Setelah itu juga ditest swab dan ternyata calon bupati ada reaktif. Jadi itulah singkat cerita tahapan-tahapan yang kami lalui. Sekarang sudah hari H pencoblosan yang ditunggu-tunggu semua pihak. Dari awal kami yakini, jika tuhan berkenan kami akan memperoleh kemenangan,” ucapnya.

Dia berharap, setelah Pilkada ini usai, semua pihak bisa kembali bersatu dalam mengembangkan pembangunan di Mansel. Karena menurut dia, baik bupati dan wakil bupati, akan tetap bekerja dan membangun untuk memastikan kesejahteraan seluruh masyarakat Mansel.

“Sesuai yel-yel, kita bersatu membangun Mansel. Kita harus bekerja membangun daerah ini bersama-sama. Tidak bisa sendiri. Jika ada orang-orang yang menjadi oposisi, itu hak mereka,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.