Berita Utama

Vaksinasi Nakes Baru Mencapai Seperempat Target

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hingga pekan ketiga pelaksanaan vaksinasi nasional di Manokwari, baru seperempat atau sekitar 25,19 persen tenaga kesehatan yang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. Oleh karena itu, seluruh tenaga kesehatan diminta untuk proaktif, berpartisipasi dalam program vaksinasi untuk memutus mata rantai Covid-19 di Tanah Air.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang memaparkan bahwa sudah 529 orang tenaga kesehatan dari total 2.100 orang yang menerima penyuntikan vaksin CoronaVac

“Data per tanggal 30 Januari 2020 Nakes yang diimunisasi dosis pertama 529 orang,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang kepada Papua Barat News, Rabu (3/2/2021).

Marten mengatakan, dari jumlah nakes yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama tersebut, 14 orang di antaranya sudah kembali menjalankan imunisasi vaksin dosis kedua.

Disampaikannya, meskipun sudah memasuki pemberian dosis kedua, pihaknya terus membuka kesempatan kepada seluruh nakes yang belum mendapatkan vaksinasi.

“Dalam beberapa hari terakhir, ada juga nakes yang menerima vaksinasi dosis pertama di sejumlah layanan kami. Hanya kami belum mendapatkan data secara pasti,” kata dia.

Menurut dia, capaian vaksinasi yang diperoleh tersebut masih tergolong sangat rendah dibandingkan dengan daerah-daerah lain. Hal itu disebabkan oleh adanya beberapa kendala teknis yang berhubungan dengan aplikasi. Untuk menyiasati hal tersebut, pihaknya membuka kesempatan kepada nakes yang belum menerima vaksin dengan menggunakan data manual yang ada di Sistem Informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SISDMK).

“Kami mengijinkan nakes kami untuk melakukan registrasi secara manual di faskes untuk mendapatkan layanan vaksinasi,” ungkap Marten.

Marten juga menuturkan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat yang mengakibatkan penerima vaksin mendapatkan tindakan khusus usai pelaksanaan imunisasi.

“Paling hanya ada KIPI ringan atau non serius setelah lebih dari 30 menit usai imunisasi. Tanda-tandanya seperti mengantuk, lapar dan nyeri telinga,” pungkasnya. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 4 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.