Warga Bakar Dua Pondok Produksi Miras di Mansel

RANSIKI, papuabaratnews.co Warga Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, terpaksa membakar dua pondok yang berada di Pantai Raipawi, pada Sabtu pekan lalu (28/8/2021).

Sebab, dua pondok milik FM diduga kuat sebagai lokasi produksi minuman keras lokal jenis bobo.

Dari informasi yang dihimpun media ini, warga sepakat membakar kedua pondok setelah  warga setempat mendapati ada seorang pengendara sepeda motor dalam kondisi mabuk. Warga juga sudah mengamati aktivitas di kedua pondok tersebut selama berbulan-bulan.

Selain itu, kerap terjadi gangguan kamtibmas akibat ulah orang mabuk di sekitaran Kampung Abreso.

Warga yang didominasi keluarga Waran-Kawey kemudian berbondong-bondong menuju lokasi kedua pondok tersebut.

Setiba di lokasi, warga meminta dua orang yang berada di dalam pondok untuk segera mengeluarkan barang berharga.

“Ini sesuai dengan pembicaraan dengan Kepala Suki Besar Arfak Mansel Markus Waran,” ujar Adolop Kawey kepada Papua Barat News.

Menurut dia, pembakaran bukan merupakan tindakan yang baik. Tetapi, keresahan warga atas gangguan kamtibmas menjadi alasan utama. Selain itu, miras menjadi sumber konflik yang terjadi di wilayah setempat.

“Kita bukan tidak punya hati, tapi keadaan ini sudah tidak bisa ditolerir. Mereka produksi miras di sini, dan sering tampung-tampung orang jahat, kemudian bikin hal-hal buruk,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas tindakan pembakaran kedua pondok tersebut. Ke depannya, sangat diharapkan agar oknum-oknum yang masih melakukan produksi miras lokal segera berhenti. Hal ini demi kebersamaan dalam menjaga kamtibmas di wilayah setempat.

“Saya atas nama keluarga Waran, Kawey, Sitohu dan Menam mohon maaf atas hal ini. Kita sudah hidup baik dari dulu,” jelas dia.

Keputusan pembakaran dua pondok, kata Adolop, setelah warga mengumpulkan selurh bukti terkait adanya aktivitas produksi miras. Mereka juga mempersilakan dua orang penghuni pondok untuk mendirikan kembali pondok baru, dengan catatan tidak memproduksi miras.

“Kami sudah ada bukti yang kuat, akhirnya kami lakukan,” ucap dia.

“Jangan lagi ada yang konsumsi miras baik di Pantai Raipawi, Pantai Snerut dan jembatan putus. Kalau sampai masih ada yang mencoba, kami akan beri sanksi adat,” tegasnya menambahkan.(PB24)

 

**Berita ini Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 30 Agustus 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: