Warga Biak Kembali Minta Surat Rekomendasi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ratusan warga Kabupaten Biak-Numfor, Provinsi Papua yang tertahan di Manokwari sejak 3 bulan lalu kembali mendatangi posko Satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari untuk mengurus surat rekomendasi perjalanan untuk kembali ke daerah mereka.

Hal tersebut mereka lakukan setelah mendapatkan informasi bahwa pemerintah Kabupaten Biak-Numfor mulai membuka kembali akses masuk dan keluar wilayah Biak setelah sempat terhenti beberapa waktu.

“Kami diinformasikan bahwa pemerintah Biak mulai membuka kembali jalur transportasi masuk dan keluar daerah pada tanggal 8 Juni nanti, sehingga kami datang ke posko ini untuk mengurus surat rekomendasi perjalanan,” ujar Matias Rumere, tokoh pemuda Biak kepada Papua Barat News di Manokwari, Jumat (5/6/2020).

Sayangnya, pihaknya diharuskan melakukan rapid tes oleh Satgas Kabupaten Manokwari sebagai salah satu persyaratan pengurusan surat rekomendasi perjalanan tersebut.

“Kami sudah pernah mengurus surat perjalanan ini 2 bulan yang lalu ketika posko satgas ini masih di halaman kantor Dinas Kesehatan, tetapi tidak diperbolehkan. Ditambah lagi, akses keluar masuk ke Biak sangat sulit waktu itu. Sekarang ketika akses itu sudah dibuka, dan kami ingin pulang, kami justru dipersulit dengan harus melakukan rapid tes yang harganya sangat mahal,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa untuk kehidupan selama lebih kurang tiga bulan terakhir ini, pihaknya dibantu oleh sekelompok orang yang peduli dengan nasib mereka serta tokoh masyarakat Biak yang ada di Manokwari karena mereka sudah kehabisan uang.

“Kami ini terjebak di Manokwari dan hanya tinggal di rumah orang selama ini. Kami tidak bekerja di sini. Kami tidak bisa terus mengharapkan bantuan dari orang lain sedangkan kami bisa pulang dan bekerja dan mencari makan di daerah kami sendiri,” terang dia.

Dirinya juga menegaskan bahwa pihaknya akan mengikuti protokol yang diberlakukan oleh pemerintah kabupaten Biak-Numfor apabilamereka harus dikarantina atau diisolasi selama 14 hari ketika tiba kembali di sana.

“Meskipun kami harus dikarantina di sana, kami terima itu. Asalkan mami sudah di kampung sendiri dan ada keluarga di sana. Setidaknya, untuk makan saja kami tidak harus mengeluarkan uang. Di sana kami bisa makan dari hasil kebun sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, juru bicara satgas Covid-19 Kabupaten Manokwari, Bondan Santoso mengatakan, Manokwari belum memberlakukan apa yang dinamakan tatanan New Normal karena masih berada dalam zona merah Covid-19, maka setiap pelaku perjalanan keluar dari Manokwari harus dilengkapi dengan surat keterangan bebas Covid-19.

“Surat bebas Covid-19 dibuktikan melalui keterangan yang menunjukan bahwa pelaku perjalanan tersebut non-reaktif berdasarkan hasil rapid tes,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa khusus untuk perjalanan ke wilayah Papua, selain persyaratan bebas Covid-19, pihaknya juga harus mengantongi surat keterangan bahwa para pelaku perjalanan tersebut siap diterima di daerahnya.

“Jadi harus ada surat rekomendasi dari daerah calon penerima. Jangan sampai kita ijinkan orang ke sana tapi tidak diterima di sana. Nanti selain kita yang disalahkan, kasian juga dengan pelaku perjalanan tersebut,” pungkas Bondan yang juga Kepala Dinas Permandian dan Kominfo Kabupaten Manokwari ini. (PB25)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: