Berita Utama

Waspadai Cuaca Buruk di Libur Akhir Tahun

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi terjadinya cuaca ekstrem mulai hujan lebat, gelombang tinggi, hingga angin kencang di berbagai wilayah Indonesia di akhir tahun 2022.

Cuaca ekstrem itu dipicu aktivitas monsun Asia, angin yang berembus dari Asia menuju Australia akibat perbedaan temperatur dan tekanan udara di kedua benua. Karena melintasi Samudra Pasifik, Samudra Hindia, dan Laut Cina Selatan, angin monsun Asia membawa banyak uap air sehingga menyebabkan curah hujan tinggi, terutama di wilayah Indonesia.

Fenomena musiman ini tak hanya berpotensi memicu hujan dengan intensitas tinggi, tapi juga meningkatkan kecepatan angin permukaan dan tinggi gelombang laut. Dalam peringatan dini sepekan lalu, BMKG mencatat gelombang tinggi berpotensi terjadi di sebagian besar perairan Indonesia.

BMKG merekomendasikan semua pemangku kepentingan memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Adapun Warga yang akan melakukan perjalanan saat periode liburan Natal dan Tahun Baru 2023 pun diimbau mewaspadai kondisi ini.

Dua hari lalu, BMKG memperbarui peringatan dini dengan informasi yang tak jauh berbeda. Cuaca buruk dan gelombang tinggi terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, yang dapat berdampak terhadap keselamatan pelayaran.

“Puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai akhir Februari,” kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab, Senin (26/12/2022).

Sementara itu angin dengan kecepatan 25-30 knot sudah terlebih dahulu tiba. “Anginnya sudah tiba duluan, rata-rata kecepatan 25-30 knot. Hal ini yang perlu diwaspadai di sejumlah wilayah pelayaran di Indonesia,” ujar Radjab.

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) menyatakan tengah meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan cuaca yang dapat berpengaruh terhadap layanan perseroan. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG,” kata Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, kemarin.

ASDP, kata Shelvy, terus memantau pelayanan angkutan selama libur Natal dan tahun baru. Menurut dia, arus bawah laut cukup kuat selama cuaca ekstrem bulan ini. Kuatnya arus bawah laut itu berdampak pada proses sandar kapal.

Insiden sempat terjadi di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat pekan lalu. Satu unit mobil tercebur ke laut saat akan masuk ke KMP Shalem, kapal penyeberangan milik Surya Timur Lines, di Dermaga 2 Pelabuhan Merak. Suami-istri yang mengendarai mobil tersebut dievakuasi dan dirawat secara terpisah di Puskesmas Pulo Merak dan Rumah Sakit Krakatau Medika.

ASDP menyebutkan mobil tersebut tercebur karena pergerakan sauh. Kala itu, kendaraan berada tepat di lidah side ramp door kapal. “Kondisinya memang sudah dua minggu ini cuaca tidak kondusif. Makanya sempat beberapa hari lalu pelayanan Merak-Bakauheni ditutup sementara,” kata Shelvy.

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengimbau para syahbandar, operator kapal, termasuk nakhoda, dan masyarakat selalu mengutamakan keselamatan pelayaran. “Saat ini cuaca buruk dan gelombang tinggi terjadi di sejumlah perairan di Indonesia, yang tentunya berdampak terhadap keselamatan pelayaran,” kata Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Mugen S. Sartoto, kemarin.

Menurut Mugen, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah memerintahkan seluruh syahbandar tidak menerbitkan surat persetujuan berlayar (SPB) apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan pelayaran. Pengawasan dalam bongkar-muat kapal, kata dia, akan diawasi secara berkala. Operator kapal dan nakhoda juga diminta memperhatikan berita cuaca mutakhir. Imbauan yang sama diserukan kepada para calon penumpang pelayaran. “Jangan memaksakan untuk segera diberangkatkan jika cuaca dan gelombang tidak memungkinkan kapal berlayar. Utamakan keselamatan pelayaran,” kata Mugen.

Menggerus Kunjungan Wisata

Fenomena cuaca ekstrem berimbas pada tingkat kunjungan wisatawan selama liburan Natal dan tahun baru di sejumlah daerah.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat, Benny Bachtiar, mengatakan informasi ancaman cuaca buruk membuat 20 persen tamu hotel di Jawa Barat membatalkan pemesanan tiketnya pada libur Natal dan tahun baru. “Mereka (wisatawan) menahan diri,” kata Benny di Bandung, kemarin.

Benny mengatakan telah mendatangi sejumlah obyek wisata di sepanjang pantai selatan di Jawa Barat pada libur Natal. Menurut dia, lokasi tersebut sepi. Kebanyakan hotel yang mengalami pembatalan pemesanan tiket berada di daerah obyek wisata pantai dan alam terbuka. “Makanya hari ini mal penuh, lalu destinasi wisata buatan penuh, karena dianggap jauh lebih aman dibanding ke wisata alam tempat terbuka,” kata dia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, seusai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/12/2022) pun meminta wisatawan berhati-hati dan mengantisipasi cuaca ekstrem.

Sandiaga menuturkan, pihaknya mencermati di beberapa destinasi wisata unggulan ada cuaca ekstrem seperti curah hujan dan gelombang tinggi.

“(Terkait hal) ini para wisatawan harus mengantisipasi dan berhati-hati. Utamakan keselamatan dan terus berkoordinasi dengan pihak aparat setempat. Dan, pastikan bahwa kunjungan wisatanya aman, nyaman, dan menyenangkan,” kata Sandiaga. (KOM/TEM/ANT)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.