Berita UtamaInforial

Waspadai “Serangan Fajar” Jelang Pencoblosan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy mengungkap beberapa kerawanan pelanggaran yang mungkin terjadi saat masa tenang Pilkada serentak. Diantaranya ialah politik uang dan jual beli suara (vote buying) melalui langkah serangan fajar.

Berdasar Wikipedia, dalam dunia politik Indonesia, serangan fajar diartikan sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut bentuk politik dalam rangka membeli suara yang di lakukan oleh satu atau beberapa orang untuk memenangkan calon yang bakal menduduki posisi sebagai pemimpin politik.

“Aroma praktek serangan fajar sangat berpotensi terjadi. Itu bisa dianalisis dari pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh para anggota tim kampanye maupun tim kerja selama masa kampanye. Bawaslu harus waspadai serangan fajar,” kata Warinussy di Manokwari, Senin (7/12/2020).

Menurutnya, politik uang atau vote buying bukanlah hal baru dalam pelaksanaan Pilkada. Jelang pencoblosan, biasanya ada pihak-pihak yang membagikan uang kepada masyarakat, dengan tujuan untuk memengaruhi agar memilih pasangan calon tertentu.

“Masyarakat harus menghindari upaya praktik politik uang dari siapapun yang hendak meraih keuntungan secara instan. Untuk Manokwari, saya kira dengan melihat sosok kedua pasangan calon, masyarakat mampu menentukan pilihan yang tepat,” ujar Warinussy.

Warinussy menuturkan, masyarakat Manokwari pasti mampu membaca siapa diantara calon pemimpin yang senantiasa dekat dan ada bersama mereka ketika mengalami masalah selama ini. Bukan seakan-akan dekat hanya pada jelang pelaksanaan Pilkada semata.

Masyarakat perlu mengingat kembali siapa pasangan calon yang paling sering berinteraksi dengan rakyat semenjak lima tahun belakangan ini, dalam menggumuli masalah-masalah yang dihadapi. Demikian pula dengan rencana program kerja yang seakan seperti ‘proyek mercusuar’ yang tidak diperlukan rakyat Papua.

Misalnya, lanjut Warinussy, penanganan tata kelola kegiatan belajar di tingkat pendidikan dasar dan menengah, pelayanan kesehatan dan peningkatan standar Rumah Sakit serta peningkatan sarana jalan raya umum, dan aspek kerukunan hidup antar umat beragama.

“Saya kira ini menjadi penting untuk ditindak-lanjuti oleh siapapun yang kelak terpilih sebagai pemimpin di Manokwari. Masyarakat harus jeli dan bijak dalam memilih. Pilihlah berdasarkan hati nurani dan bukan karena uang,” kata Warinussy. (PB13)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Selasa 8 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.