WFH di Papua Barat Diperpanjang 14 Hari

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan memutuskan masa kerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat diperpanjang selama 14 hari.

Sesuai Surat Edaran Gubernur Papua Barat nomor 850/1497/2020 tentang perubahan atas Surat Edaran Gubernur Papua Barat nomor 850/1439/2020, masa kerja dari rumah diperpanjang terhitung mulai hari ini, Selasa (27/10/2020) sampai Selasa (10/11/2020).

Gubernur Dominggus mengatakan, keputusan memperpanjangan masa kerja dari rumah selama 14 hari lagi ke depan disebabkan meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Papua Barat.

“Kami akan menandatangani perpanjangan WFH selama 14 hari lagi ke depan, karena grafik kenaikan Covid-19 ini cepat sekali,” kata Mandacan kepada wartawan di Manokwari, Jumat (23/10/2020).

Gubernur menyebutkan, selain terjadi peningkatan grafik pasien posituf Covid-19 di Papua Barat, ada sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Papua Barat terkonfirmasi positif Covid-19.

“Aparat di provinsi banyak yang positif (Covid-19), sehingga kita batasi kerja di kantor,” katanya.

Gubernur mengingatkan bahwa sekalipun bekerja dari rumah, aktivitas kantor dan roda pemerintahan harus tetap berjalan. Karena itu penerapan protokol kesehatan di 47 OPD harus terus dilakukan.

“Pegawai eselon II dan III yang masuk kantor wajib menjalankan protokol kesehatan,” tegasnya.

Gubernur lalu meminta, seluruh ASN harus memberikan teladan kepada masyarakat dalam hal kepatuhan dan kedisiplinan pelaksanaan protokol kesehatan seperti wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman.

“Kepatuhan dan kedisiplinan melaksanakan protokol kesehatan menjadi kunci memutus rantai penularan virus Covid-19 di tengah masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan data Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, terdapat 136 kasus baru Covid-19 pada Senin (26/10/2020). Adapun jumlah kasus Covid-19 tercatat sebanyak 3.920 orang.

Dari jumlah itu, 721 kasus Covid-19 berasal dari Kabupaten Manokwari dan 1847 kasus dari Kota Sorong. Jumlah kasus kematian di dua daerah itu juga cukup tinggi, yakni mencapai 43 orang. (PB22)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 27 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: